Skip to content

Posts from the ‘Kliping’ Category

Unggah Prestasi di Dunia Maya

Berprestasi di dunia fana. Hmm..rasanya sudah biasa. Bagaimana jika berprestasi di dunia maya? itu baru unik. Di zaman globalisasi 3.0 seperti sekarang, masyarakat baik perorangan maupun kelompok memang memiliki peranan yang yang lebih kental dalam mempengaruhi apa yang akan disuka atau tidak, mana yang akan trend atau dilupakan, atau sekedar menyumbang pemikiran pada perubahan. Read more

Mengukur Kesungguhan Hati Karyawan

Saya masih belum sempat posting soal dolan ke Jakarta dan meraih SDG Award. Tiba-tiba, Afil, dulu mahasiswi cerdas, sms dan bilang akan wawancara dengan saya dan Samian. Singkat cerita, ini adalah hasil wawancara se(a)ru itu. Silahkan menikmati! Read more

Ide ”tolol” perubahan

Budi Setiawan [kabarbisnis.com/Purna Budi Nugraha]

TAK PERNAH kehabisan ide kreatif. Begitulah mungkin sosok Budi Setiawan bisa digambarkan. Ketua Program Studi Magister Perubahan dan Pengembangan Organisasi (MPPO) Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini akan memberi hadiah untuk memperingati kemerdekaan RI yang ke-65 pada 17 Agustus 2010.

Bukik, sapaan karib Budi Setiawan, telah menulis buku berjudul `Upaya Tolol Mengajak Perubahan Positif di Indonesia`. Buku tersebut bisa diunduh secara gratis di http://www.bukik.com, situs pribadi Bukik. Selain itu, buku digital tersebut juga akan disebarkan ke berbagai situs jejaring sosial dan mailing list.

”Buku tersebut bisa diundah mulai 17 Agustus 2010. Saya ingin mengajak semua orang berpikir sedikit `tolol` untuk mengawali perubahan positif,” ujar pria kelahiran 29 Juli 1975 tersebut. Read more

Sukses Perusahaan Dimulai dari Seleksi Karyawan

Sukses Perusahaan Dimulai dari
Pertanyaan dalam Wawancara Seleksi Karyawan
Jumat, 09 Maret 2007

Sebanyak 48 peserta workshop itu celingukan heran
ketika fasilitator meminta mereka untuk membuat lirik
lagu dari “tugas” sebelumnya yang baru saja mereka
selesaikan. Mereka baru saja selesai melakukan
simulasi wawancara calon karyawan. Lho, apa
hubungannya sebuah lagu dengan proses rekrutmen?
Tapi, Budi Setiawan Muhamad, fasilitator dari Asosiasi
Psikologi dan Organisasi (APIO) yang menyelenggarakan
workshop Strength-Based Selection Interview:
Appreciative Inquiry Perspective di Hotel Atlet
Century Park, Jakarta, Jumat (9/3/07) hanya
senyum-senyum saja.

Ia membiarkan peserta workshop “kebingungan”, sampai
akhirnya menyelesaikan apa yang tadi dia minta. Dari
awal, Budi memang menggunakan pendekatan terbalik
dalam memberikan lokakarya kepada para manajer dan
staf HR dari berbagai perusahaan itu. Ia tidak
berangkat dengan menjelaskan definisi-definisi.
Melainkan, peserta sendirilah yang aktif merumuskan
masalahnya dari awal, dengan melakukan
simulasi-simulasi.
Read more

Mencegah perasaan negatif dengan SOAR

Jumat, 29/06/2007 14:38 WIB

oleh : A. B. Susanto (Managing Partner The Jakarta Consulting Group)

Respons yang tinggi dari para pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Metode SOAR (SWOT vs. SOAR, Bisnis, Minggu, 3 Juni) mengggugah penulis untuk membahasnya lebih lanjut. SOAR (strengths, opportunities, aspirations, results) merupakan hasil pengintegrasian antara konsep appreciative Inquiry (AI) dengan perencanaan strategis guna menciptakan proses transformasional organisasi agar tetap kompetitif.

SOAR adalah sebuah pendekatan yang inovatif serta berbasiskan pada kekuatan (strength-based approach) terhadap perencanaan strategis. SOAR dapat membuat kita lebih memfokuskan diri kepada hal yang paling penting, yaitu masa depan karyawan dan organisasi.
Read more

Re: [Diskusi HRD Forum] SOAR! Menuju Living Company

Article yang menarik dan perlu diangkat untuk suatu diskusi…Seorang HR dapat memaksimalkan kontribusinya untuk menuju Living Company.

Ketika menjadi seorang praktisi HR di perusahaan minyak asing selama 20 tahun, aplikasi HR di perusahaan minyak asing sungguh sangat advance, sehingga ketika mulai terjun dikancah manajemen nasional terasa sekali perbedaannya. Jangankan memikirkan mengenai CSR (Corporate Social Responsibility) atau bagaimana mempertahankan karyawan agar dapat bekerja hingga masa pensiun atau pasca pensiun mereka hidup dengan layak, niat untuk membayar UMR saja sebisa mungkin dihindarkan atau membayar formula perhitungan dasar upah lembur juga dihindarkan. Lalu bagaimana produktifitas bisa ditingkatkan kalau kebanyakan perusahaan nasional menjalankan hal-hal serupa itu. Entah perlu berapa puluh tahun kita dapat menyamai Singapore dalam hal produktifitas ini, katanya satu orang Singapore dapat disamakan dengan 8 orang Indonesia untuk menuntaskan sebuah proses.

Tentunya dilain pihak, pekerja Indonesia masih sedikit yang punya kegemaran multitasking. Banyak yang sudah puas dengan apa yang mereka ketahui dan kurang gemar untuk mencoba hal-hal baru yang lebih menantang atau membuat mereka lebih effektif dan effisien. Kebanyakan mereka hanya bekerja sesuai job des…

Nah proses timbal balik ini perlu ada kalau mau bertumbuh baik dan pesat. Saya pernah baca mengenai perusahaan Rodale Press yang menganut sistim bertumbuh ini (logo perusahaannya seperti pohon – ada akar batang ranting daun etc), yang juga membuat sistim dimana setiap prosess harus ada added value sehingga apa yang dilakukan pekerja ada kontribusinya ke pertumbuhan perusahaan dan dilakukan dengan gairah yang tinggi karena ada pertumbuhan yang terjadi bahkan ketika yang punya gagasan perubahan sudah tidak ada lagi. Pada akhirnya proses timbal balik yang berulang-ulang yang membuat putaran naik keatas untuk suatu pertumbuhan yang berkelanjutan. Nah kalau sudah begini, harapan hidup perusahaan akan lebih baik tentunya harapan hidup manusia ikut-ikutan.

Proses perubahan paradigma yang baru memang diperlukan, tapi untuk memulai dengan “adillah sejak mulai dari hatimu” perlu membuang sampah-sampah memori dulu (terlalu banyak sampah yang harus dibuang). Sehingga tidak banyak distorsi ketika akan menumbuh kembangkan purpose driven company.

Pak Budi Setiawan, article kedua dan ketiga sangat ditunggu….

Salam,

Debra Lapian