Skip to content

Mengapa Jakarta Banjir atau Mengapa Jakarta Tidak Berubah?

Jakarta banjir lagi. Air dimana-mana. Ada yang membantu. Ada yang menganalisis. Ada yang memberi rekomendasi. Saya bertanya-tanya… 

Jakarta itu ibukota Indonesia. Pusatnya segala macam kantor. Pusatnya pengambilan keputusan nasional. Bicara sumber daya, bisa dipastikan berlimpah. Bicara mengenai para ahli, juga berlimpah.

Hari ini Jakarta banjir. Banyak yang menderita. Banyak yang tertahan di rumah, kantor atau sekolah. Banyak punya yang ngetweet. Hampir tiap tahun Jakarta banjir, tapi pembicaraannya masih seputar mengapa Jakara Banjir? Bagaimana caranya agar Jakarta tidak banjir?

Sudah banyak analisis untuk menjawab pertanyaan mengapa Jakarta banjir (Salah satunya: Banjir Jakarta, Salah Foke?). Analisis oleh orang awam seperti kita, maupun oleh para ahli. Analisis tentu sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Hati-hati dengan pertanyaannya. Pertanyaan menentukan jawaban. Pertanyaan yang tepat adalah langkah awal menemukan jawaban yang tepat. Pertanyaan adalah awal penentu keberhasilan intervensi perubahan positif. Ketika pertanyaannya keliru, apapun usaha kita mencari jawaban tetap saja mendapatkan jawaban keliru.

Apakah kita masih perlu tetap berkutat pada pertanyaan mengapa Jakarta banjir? Atau sudah seharusnya kita mulai menggeser pertanyaan, mengapa Jakarta tidak berubah? Apakah mencari penyebab Jakarta banjir atau mencari penyebab Jakarta mau berubah agar tidak terkena banjir?

Menurutku, sudah saatnya berhenti bertanya-tanya mengapa Jakarta banjir. Sekarang waktunya bicara bagaimana Jakarta bisa berubah. Bagaimana kota dengan sumber daya yang berlimpah itu bisa melakukan lompatan perubahan. Bukan sekedar bergeser. Bergeser tidak lagi memadai. Tidak cukup dengan perbaikan di sana, perbaikan di sini. Jakarta harus melakukan lompatan yang mengatasi berbagai persoalan yang meyebabkan Jakarta banjir.

Mari diskusikan di kolom komentar…..

Klik untuk Langganan Bukik.com via Email

31 Comments Post a comment
  1. Masih ada harapan supaya bisa teratasi jika warga atau masyarakatnya sadar lingkungan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar

    13/11/2014
  2. Wah ini sepertinya udah menjadi masalah abadi buat jakarta deh…kayaknya solusi nya direlokasi aja, buat perubahan-perubahan seperti membangun kesadaran masyarakat terhadap apa saja yang bisa mengakibatkan banjir..tapi lagi-lagi sepertinya harus relokasi dan perbaikan drainase secara revolusioner…wah prihatin dengan jakarta

    08/04/2013
  3. banjir yang terjadi bulan january kemaren adalah banjir terparah yang pernah terjadi. semoga bencana banjir seperti ini tidak terlulang kembali. amiin.

    Konsultan Pajak

    07/02/2013
  4. Lucu lihat balasan komenrar mas yg menyrbutkan warga jakarta udah pada pinter dan tahu kok mengapa jakarta banjir. tapi kenapa gak ada yg berubah?

    hmm.. mungkin budaya yg harus dirubah dari mereka ya mas. tahu buang sampah salah tapi sungai masih jadi tempat sampah raksasa. perda arau pergub gak jaminan. rasanya blusukan jokowi ke kampung kampung harus sambil edukasi masyarakatnya agar jangan buang sampah sembarangan atau apapun yg mengurangi banjir. toh dari pemikiran rakyat sendiri jakarta itu banjir.

    29/01/2013
  5. Herman Prasetyanto (@mance88) #

    Tulisannya gak panjang tapi sangat mendasar🙂 Saya teringat dengan idiom The Man Behind The Gun. Kalau konteks Jakarta: Masyarakat dan Infrastruktur.

    Sampai sejauh ini, saya masih yakin Jakarta tidak akan berubah (tetap banjir, tetap macet, tetap kotor, tetap tidak aman, tapi tetap ngangenin). Kenapa saya berpendapat spt itu? Saya melihat bahwa kecenderungan pola berpikir yang feodal masih mendasari keputusan warga untuk bertindak (berubah). Apa yang didemonstrasikan oleh pemimpin2 Jakarta (terdahulu), tidak menstimulasi warga untuk bergerak. Pemimpin beranggapan dengan mengeluarkan aturan, undang2, dan apapun namanya, sudah cukup untuk membuat warga bertindak, menyesuaikan. Kenyataannya, jauh panggan dari api.

    Suka atau tidak, para pemimpin harus mendemonstrasikan langsung dilapangan apa yang menjadi pemikiran mereka. Pemimpin harus sekaligus berfungsi juga menjadi agent of change. Pastikan warga melihat, mendengar, merasakan, apa yang dikerjakan oleh pemimpinnya. Diharapkan dengan pola pikir dan tindak seperti itu, warga akan mulai melihat dan ikut bertindak.

    Selama ada tindakan sekecil apapun, maka perubahan akan terjadi. Jika tindakan kecil2 dilakukan oleh banyak orang, banyak kelompok, akhirnya Jakarta bisa berubah. Saya membayangkan, suatu saat, warga Jakarta akan melihat satu sama lain dan akhirnya sadar, bahwa tidak akan pernah ada pemimpin yang bisa merubah Jakarta, selain kita, warga Jakarta. IMHO

    28/01/2013
    • Haha iya….salah satu tulisan terpendek di blog ini. Meski pendek, tapi banyak disalahpahami kalau melihat komentar-komentar yang lain

      Kuncinya memang di pemimpin dan warga. Pemimpin yang menstimulus perubahan. Warga yg mempraktekkan perubahan melalui tindakan kecil.

      Terima kasih buat komentarnya

      28/01/2013
  6. jadi inget solusi yang saya baca dari twit pak Tung Desem Waringin kemarin. iya, pak TDW🙂
    yaitu “bikin SUMUR RESAPAN” di depan rumah, di sebelah got, tiap 50 meter. katanya itu sudah ada Perda-nya. Kalau tidak diterapkan masyarakat dan para pendiri bangunan, akhirnya hanya sampai pada tahap “himbauan” saja, bukan peraturan. Padahal jelas2 itu peraturan.
    ada testi dari follower beliau, katanya dia bikin sumur resapan di depan rumahnya dan 30 tahun bebas banjir.

    ah sudahlah, saya belum jadi warga Jakarta sampai saat ini🙂 Tapi kalo Surabaya gak berubah juga, bisa tenggelam suro dan boyo nya ini🙂

    18/01/2013
    • Iya itu salah satu solusi yang direkomendasikan. Meski tahu solusi, apa orang kemudian berubah dan mengikuti solusi itu? Tahu saja belum cukup sepertinya

      18/01/2013
  7. Joko #

    Mengapa Jakarta Banjir ? Karena pemimpinnya bodoh, rakyatnya juga bodoh. Banjir setiap tahun ya kok masih heran …udah biasa kaleeeeeee

    17/01/2013
    • Lah yang heran siapa?

      18/01/2013
  8. Urbanisasi tinggi, akhirnya sungai dan dataran banjir menjadi pemukiman. Peningkatan jumlah penduduk di daerah penyangga tinggi, permintaan rumah dan villa meningkat tajam, imbasnya hutan penahan air hujan berganti dengan bangunan beton.

    Diskusi tentang solusi banjir para cerdik pandai tak berujung, kesepakatan yang diambil adalah bagi bagi rejeki lewat proyek.

    Pembangunan di Jakarta sendiri ditentukan “pemilik modal” dengan keinginan masing2 untuk mendapatkan porsi bisnis.

    Complicated…….

    17/01/2013
    • Nah……kata kuncinya keluar: bagi-bagi rejeki & porsi bisnis

      18/01/2013
      • penegakan hukum yang lemah kayaknya pak…..

        Karena kita bukan pengambil kebijakan, karena kita bukan pemilik modal, karena kita bukan tokoh berpengarauh……

        Ayok menulis saja, siapa tahu kelak bermanfaat.

        18/01/2013
  9. Ginta naufal #

    Haha, mas Bukik bisa aja, pandanganku Jakarta sih lagi Berubah mas,lagi berproses.

    17/01/2013
    • Bagaimana bisa mengatakan jakarta lagi berubah? Jelasin dong

      18/01/2013
  10. hILL #

    Hmm kalo mengapa Jakarta tidak mau berubah ya sebenarnya Jakarta mau berubah..buktinya BKT dan beberapa rencana besar dan mahal Jokowi sekarang ini…
    Secara Geografis dan Fisiografis Jakarta memang sepertinya daerah yang di takdirkan Banjir karena daerah kipas aluvial yang dialiri oleh 13 sungai..SO SULIT MENGHINDAR.

    untuk berubah ya sekarang menurut saya bagaimana membentuk sifat dan karakter warga nya untuk siap berubah dan menghadapi banjir ini atau dalam kata lain masyarakat yang memiliki kemampuan mitigasi bencana..namun semua ini butuh pembudayaan.
    mungkin contohnya adalah masyarakat Yogyakarta dan ancaman bencana Merapi nya.

    Dengan budaya dan karakter masyarakat nya yang siap akan bencana, kemungkinan besar akan muncul perubahan – perubahan yang muncul dari masyarakat yang berpengaruh terhadap jawaban nantinya dari pertanyaan tadi..mengapa Jakarta banjir…

    17/01/2013
    • Asyik jawabannya.
      Masih kurang sadarnya masyarakat Jakarta mengenai bahaca bencana. Butuh pembudayaan…..Dan itu diawali dari pemimpinnya. Semoga Jokowi bisa memimpin perubahan Jakarta

      18/01/2013
  11. jangan buang sampah sembarangan… kalau bisa dijalankan secara konsisten oleh warganya di jamin beres nih banjir. Dan pemimpinnya jangan rakus sama uang…

    17/01/2013
    • Sudah banyak orang tahu kan…..tapi mengapa sedikit yang bergerak untuk melakukan perubahan?

      18/01/2013
  12. org jkt 33th dr kecil #

    kan org dr jaman belanda ud mau di design, bikin ini itu biar gak banjir. misal BKT. Sisanya ya gak tau. Tanya ama si belanda. Krn Jakarta ud selevel ama air laut, bahkan d bwh air laut….masih terima air bah dr Bogor, Puncak, Pemimpin antar daerah gak kompak. devide et impera. (sesama tetangga hrs toleransi kompak apapun ltr blkgnya) Semua tanah d semen d beton, resapan ud bekurang. Alam d rusak. buang sampah sembarangan. Alam membalas. Iklim global warming. Curah Hujan jd tinggi sekali got2 kali2 yg d design puluhan tahun lalu ud gak efektif lg plus d tmbh sampah.

    17/01/2013
    • Sudah banyak orang tahu kan…..tapi mengapa sedikit yang bergerak untuk melakukan perubahan?

      18/01/2013
  13. Eryssa Setiawan #

    Jakarta banjir karena jakarta adalah sebuah tempat dengan luas dan kapasitas tertentu. Jika dianalogikan dengan ruangan, maka ada jumlah maksimal volumenya. Jakarta juga memiliki kapasitas maksimal penduduknya sehingga jika dihuni, Jakarta sebagai sebuah tempat dapat memberikan daya dukungnya secara maksimal.
    Jakarta banjir setiap tahun, karena Jakarta sebagai sebuah tempat sudah ngga bisa lagi memberi daya dukungnya secara maksimal pada penduduknya yang semakin tahun semakin bertambah…akibatnya permukaan tanah di jakarta semakin turun, air yang seharusnya mengalir melalui sungai, bingung mau lewat mana..karena aliran yg seharusnya dilewati berubah menjadi rumah, mall, jalan, dll…akhirnya airpun menggenang dimana-mana.

    17/01/2013
    • Sudah banyak orang tahu kan…..tapi mengapa sedikit yang bergerak untuk melakukan perubahan?

      18/01/2013
  14. Menurut saya Jakarta banjir karena cara hidup manusianya yang ga seimbang pak, melupakan alam yang jadi tanah pijakan. Pembangunan gedung terus, katanya sih biar modern seperti barat, makin produktif. Tapi lihat kota-kota di barat sana, banyak taman kota yang sangat luas. Mereka berlomba jadi green city. Tapi yang seperti itu malah tidak ditiru..

    17/01/2013
    • Sudah banyak orang tahu kan…..tapi mengapa sedikit yang bergerak untuk melakukan perubahan?

      18/01/2013
  15. Kali & kanal dll dah gak muat, kebanyakan sampah cuy

    17/01/2013
    • Sudah banyak orang tahu kan…..tapi mengapa tidak bergerak untuk melakukan perubahan?

      18/01/2013
  16. rizal #

    Kyaknya Perlu adanya gorong2 raksasa di bawah jalan2 di jakarta, aturan tegas tentang tata kota, IMB dan peran serta semua lapisan masyarakat untuk menciptakan jakarta yang baru, tanpa ada banjir dan macet

    17/01/2013
    • Mungkin jawaban itu betul, tapi masih tetap pada pertanyaan pertama, mengapa jakarta banjir…..

      17/01/2013
  17. Kalo kata suamiku, Pak..solusi utama agar Jakarta gak banjir adalah relokasi semua rumah yang di pinggir kali. Pindahkan mereka ke tempat yang layak huni. Sejauh ini, mereka disuruh pindah tapi gak jelas lokasi pindahnya ke mana. Jika jelas lokasi pindah dan memang layak huni, pasti mereka akan pindah. Logis kan?
    Jika mereka pindah, maka fungsi kali akan kembali ke fungsi idealnya.

    17/01/2013
    • Ini berarti masih berkutat di pertanyaan pertama kan? Mengapa jakarta banjir?

      17/01/2013

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: