Skip to content

Mengapa Saya Mengajak Menulis Tentang Ino Yuwono Segera?

Kematian legenda itu berbeda dengan kematian biasa. Inspirasi dan kenangan membuncah di benak banyak orang. Inspirasi yang perlu segera diabadikan.

Pak Ino Yuwono adalah sosok unik. Mengubah orang dengan cara-cara ajaib. Dengan kata-kata beliau, “Aku ngajar dengan cara biadab, agar kamu jadi beradab”. Cara-cara unik yang seringkali tidak diterima secara normatif oleh banyak orang. Tapi begitulah Pak Ino.

Pak Ino Yuwono adalah guru. Dengan beragam caranya, ia mendidik orang menjadi lebih baik. Tidak selalu menjadi orang yang dapat nilai kuliah baik. Bahkan tidak selalu muridnya lulus kuliah. Guru yang memperagakan semangat belajar luar biasa. Semangat yang menggebu dalam membaca begitu banyak buku dari beragam disiplin ilmu. Setiap perjumpaan dengan guru selalu meninggalkan kesan bagi muridnya. Pak

Pak Ino Yuwono adalah legenda. Sosok yang dibenci, sekaligus sosok yang dicintai. Mendidik bukan sebagai pekerjaan. Mendidik sebagai bentuk pelayanan pada kemanusiaan. “Jangan kamu pikir kamu bisa menghindari dari aku. Aku pensiun tetap mengajar. Aku ngajar meski gak dibayar”, tukas beliau.

Kematian seorang legenda berbeda dengan kematian orang biasa. Begitu legenda mengalami kematian, beragam inspirasi dan kenangan langsung muncul dari banyak sekali orang. Inspirasi demi inspirasi teringat kembali. Kenangan demi kenangan dalam ingatan tayang lagi.

Pada hari-H meninggalnya Pak Ino, malamnya tweet dengan tagar #InoYuwono mengalir deras. Belum lagi status Facebook yang menampilkan berbagai kenangan dan inspirasi tentang Pak Ino. Kenangan dan inspirasi itu membanjiri diri banyak orang.

Tapi itu tidak akan lama. Percayalah. Ada banyak urusan sehari-hari yang siap merebut tempat yang saat ini masih diisi oleh kenangan dan inspirasi dari Pak Ino. Hal yang manusiawi dan lumrah. Tidak terelakkan. Meski mungkin ada hari-hari nanti kita akan mengingat kembali, tapi sebagian besar waktu akan diisi oleh urusan lain.

Saya tidak mencegah itu. Saya tidak akan ngotot menuntut teman-teman buat mempertahankan ingatan dan kenangan dalam benak. Sama sekali tidak.

RIP #InoYuwono - Guru, Ayah, Sahabat | Pesan terakhir beliau

A photo posted by Bukik Setiawan (@bukik) on

Saya hanya mengajak teman-teman buat bersegera memindahkan inspirasi dan kenangan mengenai Pak Ino yang ada di kepala kita menjadi sebuah tulisan. Saya mengajak teman-teman untuk mengabadikan inspirasi dan kenangan itu. Dan saat yang paling tepat adalah ketika inspirasi dan kenangan itu masih terbayang di benak kita. Kapan? Sekarang!

Sampai malam ketika saya menulis ini, telah ada 20 posting blog plus beberapa komentar yang setara posting (karena panjangnya). Tulisan-tulisan yang menceritakan pengalaman, pelajaran, inspirasi dan kenangan mengenai Pak Ino. Mungkin banyak, tapi bisa jadi masih sedikit. Tapi jumlah tidak masalah. Kita segerakan menulis ketika masih teringat.

Oleh karena itu, saya mengajak teman-teman buat menulis inspirasi dan kenangan mengenai Pak Ino Yuwono. Kumpulan tulisan tersebut akan diterbitkan dalam bentuk buku melalui self-publishing NulisBuku.com. Mengapa self-publishing? Karena paling mudah dan memungkinkan naskah buku dalam bentuk PDF disebarkan bebas. Kemewahan yang tidak didapatkan melalui penerbitan biasa.

Tertarik mengabadikan inspirasi dan kenangan Pak Ino menjadi buku? Silahkan pelajari ketentuan dibawah ini

  1. Bentuk tulisan essai atau puisi
  2. Panjang tulisan maksimal 1000 kata
  3. Tulisan diposting di blog atau notes Facebook
  4. Tulisan diemail ke Bukikpsi@Gmail.com dengan subyek/judul email: Inspirasi #InoYuwono.
  5. Sebutkan nama atau julukan atau identitas yang akan dimasukkan dalam buku
  6. Khusus buat mereka yang tulisannya sudah dimuat di posting RIP Ino Yuwono di Bukik.com, tidak perlu mengirim tulisan melalui email
  7. Tulisan paling lambat diterima hari Sabtu, 8 Desember 2012, jam 24.00WIB
  8. Tidak semua tulisan yang masuk akan dimuat agar buku tidak terlalu tebal. Ada proses seleksi yang saya lakukan. Saya sebagai ketua editor berwenang sepenuhnya untuk menentukan tulisan yang akan dimuat.

Bila ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar di bagian bawah tulisan ini. Atau bila bersifat pribadi bisa mengirim email ke BukikPsi@gmail.com

Pak Ino telah meninggal. Tapi ijinkan inspirasi dan kenangannya tetap hidup sepanjang waktu untuk menginspirasi generasi nanti.

Tulisan-tulisan yang telah masuk adalah: 

Tentang Waktu & Sang Guru oleh Aiu.is.me
Guru Tak Pernah Pergi oleh Ardinov
Untuk Pak Ino, Guru yang Luar Biasa oleh Wiwin Hendriani

Andai Masih Boleh…. Oleh Wiwin Hendriani
I Miss You Too, Pak….. Oleh James W Sasongko
Kau selalu ada di hati kami semua oleh Rini Cheche

Surat yang Gak Akan Sampai oleh Grace Susilowati Man
The Guru and The Inspiration oleh A Ditya Wardhana
Beberapa Obrolan Ringan Bersama Pak Ino…oleh Wiwin Hendriani

Sang Christophorus, Sang Daniel, Sang Professor: Ch Daniel Ino Yuwono oleh Jony Eko Yulianto
My Annoying Teacher dan Pak Ino yang Annoying oleh Ega Andina
His Story: Love At The First Sight oleh Mega SR

Pecutan Sang Guru oleh Puspita Dian Arista
Mengenang Dosenku Chris Ino Yuwono oleh Tita
Beliaulah sebenar-benarnya Guru oleh Astri Dita Nuriani

Terima Kasih Pak Ino oleh Amalia Jiandra
Pak Ino yang Tidak Saya Kenal oleh Botak Sakti
Pelajaran Tanggung Jawab dari Seorang Dosen Killer yang Berkharisma oleh Kasih Kumala

Ya Tuhan, Guru itu sudah pergi….. oleh @PitaAdiati
In Memoriam oleh Visi Puspita
Selamat Jalan Sahabat oleh Rudi Cahyo

Saya (Tidak) Benci Pak Ino oleh Agatha Stefani
Inspirator dari Inspirator-Inspiratorku.. Farewell, Mr. Ino Yuwono oleh Sekar Kirana Hermianto
Cerita Tentang Pohong Keju Pedas oleh Dyah Hanung Wardhani

Panggilan oleh Dwi Krid
Terima Kasih Pak Ino oleh Rovien

Kelaliman Asmen (lagi?!) oleh Anandita Kuma(n)

Maaf tidak sempat menambahkan banyak tulisan baru. Semua tulisan yang masuk langsung saya kompilasi untuk proses penyuntingan.

8 Comments Post a comment
  1. Waaahhh.. tulisan adalah sebuah warisan yg gak pernah mati. memang pantas seorang legenda mendapatkannya ya mas🙂

    14/12/2012
  2. Mumuk Ismuharto #

    Sayang saya terlambat mendapat info tentang blok ini..
    tak akan habis seratus lembar kertas untuk menuliskan tentang beliau..
    mungkinkah saya masih dapat kesempatan menuliskannya..

    09/12/2012
  3. Kuma #

    Reblogged this on Langkah-langkah unyu dalam rangka penguasaan dunia.

    08/12/2012
  4. mas Bukik, tunggu tulisanku ya

    08/12/2012
  5. Reblogged this on iaridlo and commented:
    Turut Berduka cita yang mendalam untuk Alm. Pak Ino Yuwono

    08/12/2012

Trackbacks & Pingbacks

  1. Mengapa Buku Guru yang Tak Pernah Pergi itu Menarik? - Blog Bukik
  2. Mengapa Buku Guru yang Tak Pernah Pergi itu Menarik? | Bukik Ideas
  3. Akhir perjalanan hidupku adalah awal sebuah perjalanan baru | Bukik Ideas

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: