Skip to content

Pencerita Jalanan, Aksi Kreatif Menghidupkan Taman Kota

Pencerita Jalanan 1

Taman kota Surabaya mungkin yang terbanyak di bandingkan kota-kota lain di Indonesia. Tapi sudahkah warganya mengoptimalkannya dengan aksi kreatif? 

Dalam beberapa tahun terakhir, Surabaya terus berbenah. Jalur hijau yang disalahgunakan untuk kepentingan bisnis diambil alih kembali oleh pemerintah kota. Tentu butuh perjuangan yang tidak mudah, bahkan dengar-dengar sampai ke meja pengadilan. Jalur hijau kemudian difungsikan sebagaimana mestinya, menjadi hijau dalam rupa taman kota yang cantik.

Tahun demi tahun bermunculan taman kota yang tertata cantik, asri, dan terbuka. Taman kota menjadi alternatif bagi warga kota untuk relaksasi baik di akhir pekan maupun hari kerja. Kejadian duduk bercengkerama di taman kota yang dulu hanya bisa kusaksikan di film-film barat, sekarang menjadi kenyataan di Surabaya.

Taman kota di Surabaya yang paling ramai sepanjang pekan adalah Taman Bungkul. Taman yang terletak di pinggir jalan protokol ini memang banyak fasilitas baik untuk umum, anak-anak, maupun remaja. Semua orang bisa mengakses berbagai fasilitas itu dengan gratis. Suasana Taman Bungkul bisa dibaca di posting Komunitas dan Taman Kota Surabaya.

Taman kota menjadi paru-paru kota baik dalam artian ekologis maupun psikologis. Ekologis berarti taman kota yang asri menjadi penghasil oksigen. Secara psikologis, taman kota menjadi ruang bagi warganya untuk melepaskan kepenatan sehari-hari dengan biaya sangat terjangkau.

Pertanyaannya, sejauh mana optimalisasi taman kota untuk membangun budaya kreatif di Surabaya?

Foto-Foto Pencerita Jalanan Serial 1

Taman Kota dan Kreativitas

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa hubungannya taman kota dengan kreativitas? Taman kota adalah ruang perjumpaan keragaman. Warga dengan berbagai ragam latar belakang bisa datang ke taman kota. Batas sosial, budaya, dan ekonomi akibat perbedaan kampung dan perumahan bisa lebur dalam taman kota.

Perjumpaan keragaman ini membuat warga terbuka wawasannya, belajar menyaksikan dan menerima perbedaan. Perjumpaan keragaman yang intens akan membangun pola pikir yang terbuka. Lebih dari itu, perjumpaan keragaman bisa memfasilitasi lahirnya inspirasi dan ide baru.

Pertanyaannya, adakah kita yang pernah ke Taman Bungkul itu kumpul bersama (dan sibuk masing-masing) atau melakukan perjumpaan keragaman?

Dalam pengamatanku, ada 3 kategori aktivitas di Taman Bungkul. Pertama, aktivitas komunitas terutama didominasi oleh kalangan remaja. Pada aktivitas ini, biasanya anggota komunitas meski dari beragam latar belakang. Selain mengasah hobi atau keahlian, pertemuan komunitas ini memungkinkan anggotanya berkenalan dengan teman baru. Aktivitas ini terjadi berkat adanya fasilitas pada taman kota. Tidak terjadi pada taman kota yang tidak ada jenis fasilitas yang mendukung.

Kedua, aktivitas individual atau keluarga. Buat yang masih pacaran tapi belum berkeluarga, taman kota menjadi tempat kencan yang romantis. Buat yang jomblo, taman kota bisa mengurangi kegalauan. Buat yang berkeluarga, taman kota menjadi tempat menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama keluarga. Aktivitas kategori ini biasanya tidak melahirkan perjumpaan keragaman.

Ketiga, aktivitas terpusat. Aktivitas yang biasanya diadakan di gelanggang pusat Taman Bungkul biasanya diadakan oleh pihak pemerintah atau swasta secara terencana. Ada panggung, ada yang tampil dan sebagian besar orang menjadi penikmat alias penonton. Bentuk aktivitas bisa acara musik, ludruk atau pentas seni lainnya.

Aktivitas kategori ketiga ini meskipun kesannya mengumpulkan banyak orang tapi menurutku kurang begitu memfasilitasi perjumpaan keragaman. Mengapa? Kebanyakan orang hanya menonton, entah itu sendiri atau bersama orang yang dikenalnya. Tidak terlihat upaya untuk melibatkan orang untuk saling mengenal potensi masing-masing.

Kalau melihat ketiga kategori itu, optimalisasi Taman Bungkul untuk membangun budaya kreatif masih belum maksimal. Kesimpulanku ini dikuatkan ketika terlibat obrolan dengan seorang teman yang baru pulang dari Bandung. Ia menyaksikan sebuah presentasi dimana dibandingkan jumlah taman kota, yang tentu saja lebih banyak Surabaya. Tapi teman satu ini menyaksikan lebih beragam aktivitas yang ada di taman kota di Bandung.

Ada beragam komunitas yang berani melakukan atraksi (performance) secara ekspresif dan terbuka. Tanpa perlu sebuah panggung. Mereka menjadikan taman kota sebagai panggung itu sendiri. Bersiap dan melakukan atraksi tanpa beban. Seakan bisa mengekspresikan potensi mereka di depan publik sudah lebih dari cukup.

Nah sekarang bayangkan bila keunggulan dua kota ini digabungkan, kita pelajari dan wujudkan. Surabaya dengan banyaknya taman kota. Bandung dengan beragamnya aksi kreatif. Pasti akan berdampak lebih hebat bagi kemajuan kota.

Foto-Foto Pencerita Jalanan Serial 2

Pencerita Jalanan sebagai Aksi Kreatif

Dulu aku bersama teman-teman pernah menggagas Street Attraction atau banyak yang mengenalnya sebagai Flash Mob. Sebuah aksi yang tiba-tiba, sekejab, melibatkan banyak orang dan dilakukan di tempat umum. Terus belakangan marak StandUp Comedy yang dimotori Pandji, Raditya Dika dan kawan-kawan. Nah, kemudian muncul inspirasi di benakku, mengapa tidak dipadukan saja keduanya.

Aku saat ini tengah mengembangkan inisiatif sosial bernama Indonesia Bercerita yang misinya menumbuhkan kembali budaya bercerita. Inspirasi tadi coba aku rumuskan agar bisa mengkampanyekan atau mengajak orang untuk kembali bercerita, dimanapun. Lahirlah aksi kreatif yang disebut sebagai Pencerita Jalanan.

Apa itu pencerita jalanan? Indonesia Bercerita Surabaya telah melakukan dua kali ujicoba, pertama Minggu 20 Nopember dan 4 Desember. Kedua ujicoba itu diikuti baik oleh pencerita maupun bukan pencerita tapi peduli akan misi untuk menumbuhkan kembali budaya bercerita. Jadi ada yang sudah ahli maupun baru pertama kali bercerita. Kami bekerja sama dengan Perpustakaan Kota Surabaya bersama para petugas Taman Baca Masyarakat.

Pada ujicoba pertama, kami mengawali dengan melakukan persiapan berupa penjelasan aksi pencerita jalanan, persiapan cerita dan pembagian wilayah aksi. Kemudian, para pencerita jalanan menyebar ke arena bermain anak di Taman Bungkul. Setiap pencerita kemudian menghampiri anak yang ada disana dan menawarni akan berminat mendengar cerita. Responnya, anak-anak antusias. Lalu berceritalah para pencerita jalanan itu. Setiap akhir bercerita, pencerita jalanan berpesan bila suka mendengar cerita maka mintalah orang tua buat bercerita di rumah.

Aksi pencerita jalanan ini diadakan tepat 1 jam. Setelah waktu berlalu, pencerita jalanan kembali berkumpul di pos semula untuk melakukan valuasi atas pengalamannya. Sharingnya menakjubkan. Beberapa awalnya merasa ragu dan malu tapi ketika melihat yang lain bercerita maka mereka cuek aja. Akhirnya, aksi pencerita jalanan juga berdampak buat pesertanya, menjadi percaya diri bercerita di depan banyak anak.

Jadi, aksi pencerita jalanan adalah aksi bercerita oleh siapa saja di tempat publik/taman kota selama 1 jam dengan tujuan menumbuhkan kembali budaya bercerita.

Aksi pencerita jalanan ini bentuk aksi kreatif selain karena idenya baru, juga memungkinkan terjadinya perjumpaan keragaman. Pencerita jalanan berjumpa dengan anak dari berbagai latar belakang. Anak-anak berjumpa dengan pencerita jalanan yang beragam pula. Sementara itu, setiap orang dari berbagai latar belakang juga boleh menjadi pencerita jalanan. Bayangkan bagaimana dampaknya bila pencerita jalanan terjadi di berbagai daerah di Indonesia?

Apa aksi kreatif lain yang bisa ditampilkan di Taman Kota? Sharing yuk

Klik untuk Langganan Bukik.com via Email

21 Comments Post a comment
  1. Terima kasih sharingnya Mas Bukik,

    Jadi kangen dengan taman Bungkul. Ketika baru pindah ke Surabaya, taman ini salah satu tempat favorit anak-anak saya. Mereka biasa main baling-baling yang harga 1000-an. Jika berkesempatan berkunjung lagi ke Surabaya sepertinya wajib datang lagi.

    10/01/2012
  2. Jogja siap Kakak…

    24/12/2011
  3. wah wah cakep cakep, cuman kliatannya dikitttt banget deh yang mau melakukannya…
    mungkin klo ada sponsornya bisa lain ceritanya…😀

    18/12/2011
  4. Senang sekali Pak kalau bisa memanfaatkan taman kota untuk sesuatu yang positif.
    Kami Butuh Lapangan Main Bola

    16/12/2011
  5. seruuu … kapan ke bandung? yuuk…bikin di bandung ^_^

    11/12/2011
  6. Dan seharusnya taman-taman kota diisi dengan acara seperti ini, biar lebih hidup dan tak hanya diisi muda mudi yang dimabuk cinta🙂

    09/12/2011
    • Kayak dikota kita (Medan) ya bang😀

      16/12/2011
    • Hehehe ayo….Medan pasti bisa bikin lebih keren…..

      22/12/2011
      • Siapa yang bilang Pak, disini kurang penggerak. Gimana kalau pak bukik yang kesini😀

        04/01/2012
  7. Sangat menarik sekali idenya,,semoga bisa menjadi inspirasi buat yang lain untuk menghidupkan taman kota mereka.dengan niat tulus semoga akan berbuah hasil yang baik.

    08/12/2011
  8. Wah bener-bener kreatif! Anak-anak biasanya memang suka dengan hal yang berbau cerita-cerita, jadi aktivitas pasti juga disukai oleh anak-anak🙂

    07/12/2011
  9. Taman kota memang tempat yg asik buat apa aja, termasuk kumpul-kumpul

    07/12/2011
  10. waduh… flash mob sama stand up comedy aja belom sampai di Pontianak,, ada lagi yang baru neh mas? >.<

    06/12/2011
    • Lah ayo bikin pencerita jalanan di Pontianak…..bisa jadi duluan di banding kota lain lho

      06/12/2011
  11. DV #

    Menarik… aku selalu tertarik pada cerita dan kupikir semua orang juga karena itu mengingatkanku pada masa kecil, diceritain apa saja oleh orang tua🙂

    Kegiatan2 positif seperti ini di sini segudang, Bung tapi sayangnya karena kesibukan, banyak orang tak bisa mengikutinya…

    Untuk taman kota, usulku selain bercerita, tampilkan juga permainan2 tradisional yang nyaris hilang karena pengaruh globalisasi… Jangan sampai segenerasi mendatang sudah tak tahu apa itu kelereng (meski ini juga import), gobak sodhor, dlsb…

    06/12/2011
    • Waktu dan kepedulian saling berlomba ya hehe
      Harusnya tiap komunitas bisa menampilkan atraksinya di taman kota
      Jadi selalu ada aksi kreatif di sana

      06/12/2011
  12. subhanalloh, kegiatan yang sangat positif. pengen gabung, bercerita tentang dokter gigi supaya anak-anak tidak lagi takut pergi ke dokter gigi..

    06/12/2011
    • Ayo ayo…simak Indonesia Bercerita di FB atau twitternya ya

      06/12/2011
  13. wahyu asyari m #

    wahihi, taman kota bisa mengurangi kegalauan bagi yang jomblo😆

    06/12/2011
  14. keren ey.. seru bgt.. seger!

    klo di bandung aku blm tau gmn cara manfaatin taman kota yg kreatif.. biasanya olahraga aja sm aksi kumpul2.. seperti poin2 yg mas bukik ulas diatas

    tp kynya yg pernah aku liat kegiatan bermain smbl belajar utk anak2, foto2 atau ajang menggambar atau berlatih dance atau drumband *tamanbalaikotabdg*

    05/12/2011
    • Yuk kapan bandung ngadakan pencerita jalanan…seru lho…anak2 antusias banget

      06/12/2011

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: