Skip to content

Bukik Bertanya: Anak Panah yang Melaju Kencang @DV77

bukik_dv_06 depan

Nyinyir tidak selalu berarti sinis. Nyinyir bisa berarti tajamnya anak panah kepedulian kita pada orang lain. Begitulah Donny. 

Aku gak pernah ketemu Donny. Aku kenal di internet. Awal mulanya dari sebuah posting yang bernada mengecam. Dan memang, kecaman itu melukiskan sikapnya yang keras, lugas dan blak-blakan. Sikapnya itu berulang-ulang muncul dalam berbagai media, simak saja twitternya @dv77 dan blognya Donnyverdian.net

Tidak heran bila di twitter, bisa dikatakan, Donny itu salah satu raja nyinyir. Ketika ada yang gak beres atau menurutnya gak pas, bisa dipastikan sikap nyinyirnya akan tampil. Untunglah, Donny punya blog. Nyinyirnya di twitter biasanya diulas di blognya. Nah posting blog ini meski awalnya nyinyir akan mengajak kita berefleksi dan tak jarang Donny memberi tips dan masukan. Buat yang masih betah dengan nyinyirannya di twitter, wajib menyimak postingannya hehe

Beberapa hal aku hargai dari Donny. Kecintaan pada Indonesia dan inisiatifnya dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Salah satu yang posting yang kusuka adalah KitaIndonesia, Kita Bangsa Indonesia. Apresiasinya atas keragaman masyarakat Indonesia yang terlukis di posting So, kamu cina, aku jawa? So what? Dan sikap kritisnya atas televisi yang tergambar pada posting Kenapa saya masih menonton siaran televisi Indonesia?

Terlepas dari sikapnya yang keras. Banyak postingan Donny justru melukiskan sisi lembutnya. Salah satu posting yang paling mengesankan aku adalah Menjadi Tuna untuk Menjadi Baik?. Sebuah refleksi betapa ketika kehilangan kemampuan justru kita menjadi lebih baik.

Apapun, setiap orang berhak mencintai Indonesia dan kehidupan dengan keragaman cara. Termasuk cara nyinyir ala Donny. hehe

Ingin tahu siapa Donny dan bagaimana perjalanan hidupnya? Simak hanya di rubrik Bukik Bertanya

Tentang Identitas Diri

Saya Donny Prima Verdian. Karena saya Katholik, saya mendapat nama baptis Antonio, dan nama krisma Engelberth, jadi lengkapnya adalah Antonio Engelberth Donny Prima Verdian.

Almarhum Papa pernah bercerita, ia memberi nama Donny karena saat mama sedang hamil aku, ia sangat menggilai musisi Donny Osmond, maka jadilah demikian. “Prima” berarti yang terutama sedangkan “Verdian” adalah singkatan nama Mama dan Papa, Veronica dan Hardiana.

Namun karena di Australia sini nama keluarga ‘surname’ sangatlah diperlukan, maka aku lantas menjadikan “Verdian” sebagai nama keluarga padahal sejatinya ya bukan. Jadi boleh dibilang, aku adalah ‘Nabi Adam’ nya klan Verdian untuk anak turunku kelak🙂

Tentang Kejadian yang Menggetarkan

Kejadian yang menggetarkan bersama ayah terjadi justru ketika kami sedang tidak bersama. Aku ada di Sydney dan menempuh perjalanan ke Bali dan menginap semalam di sana karena tak ada pesawat yang langsung ke Jogja, dan pada saat yang bersamaan pula Papa menjalani masa kritis karena terserang stroke hingga akhirnya meninggal sekitar tiga jam sebelum aku sampai di Jogja. Bagiku, kejadian yang terjadi April 2011 silam ini amat menggetarkan.

Terus terang aku kesulitan untuk mengurai kejadian yang paling menggetarkan dengan Mama karena aku sangat dekat dengannya dan kedekatanku susah untuk diurai mana yang paling menggetarkan dan mana yang tidak terlalu menggetarkan. And… kamu benar kalau berkesimpulan bahwa hubunganku ke Mama jauh lebih dekat ketimbang hubunganku ke Papa sewaktu beliau hidup.

Tentang kejadian yang mengubah diri

Pertama, kejadian waktu aku memutuskan untuk nekat merantau ke Jogja pada
Juli 1993 untuk melanjutkan studi di SMA Kolese De Britto. Waktu itu aku dan keluarga orang tuaku tinggal di Kebumen, sekitar 110 km dari Jogja.

Keputusan ini mengubah pola hidupku menjadi lebih dewasa, mandiri dan terbuka setelah sebelumnya menjadi ‘anak mama’ di rumah. Kehidupan ‘anak kost’ yang harus kuhadapi sejak saat itu membuatku ‘mengkoleksi’ begitu banyak ‘nilai-nilai’ yang kudapat dan kuserap langsung dari kehidupan.

Kedua, lulus dari SMA Kolese De Britto, 1996. SMA Kolese De Britto mendidikku untuk menjadi manusia yang sadar bahwa kehidupan ini tak kan mudah ditaklukkan kalau kita hanya bermodal ilmu pengetahuan formal yang didapat dari sekolah.

Ada begitu banyak pilar yang harus dijadikan ‘sangga’ bagi kehidupan selain hal-hal yang berbau formal… Di sini aku menangkapnya sebagai nilai-nilai ‘kemanusiaan’ dalam masyarakat kita yang majemuk. Itulah hal terbesar yang kudapat dari SMA Kolese De Britto.

Ketiga, Kehidupan Ekonomi Papa Terguncang, 1998. Kehidupan ekonomi almarhum Papa dulu pernah terguncang hingga nyaris sampai di titik nadir. Hal ini membuatku dituntut untuk semakin membuktikan bahwa aku dengan segala bekal yang kudapat dari hidup mandiri di Jogja serta bekal ‘nilai’ yang kudapat dari SMA Kolese De Britto, aku bisa beradaptasi dengan keadaan yang secara ekonomi tak menyenangkan.

Sempat shock dan stress serta tak bisa ‘menerima keadaan’ karena sebelumnya kaya raya lalu harus jadi miskin, tapi dari kejadian ini, satu nilai yang mampu kudapatkan secara tak sengaja adalah bahwa aku ternyata bisa bekerja. Aku lantas mandeg kuliah untuk sementara waktu dan mau-tak-mau harus bekerja; sesuatu yang lantas kugilai hingga sekarang, sebagai web developer.

Keempat, ketika aku bersama kawan-kawan sealmamater di SMA Kolese De Britto membangun sebuah perusahaan IT di Jogja pada tahun 2000, Citraweb. Pengalaman ini mengubah cara pandangku tentang hidup dan semakin meneguhkan bahwa memang benar, nilai-nilai formal itu hanya akan jadi pajangan ketika kita tak mampu membaurkannya dengan nilai-nilai kemanusiaan yang ada di masyarakat. Perusahaan ini pada akhirnya meningkat dahsyat dan menggurita hingga sekarang.

Kelima, ketika aku memutuskan untuk mendalami agama secara lebih serius pada tahun 2001. Ini adalah keputusan yang tak mudah karena sebelumnya aku tak pernah bisa menerima logika bahwa “Tuhan itu ada”🙂

Namun sejak 2001, karena mengikuti sebuah acara retret keagamaan di Tumpang, Malang, aku menyadari bahwa kekuatan Tuhan ada dalam setiap nafas kehidupan. Nilai-nilai yang kudapatkan hingga saat ini adalah membuat pemikiranku mendapat keseimbangan secara natural… tak hanya selalu berpihak dan bersinggungan pada faktor duniawi tapi juga pada faktor ‘mistik’ agama yang menurutku seksi dan menarik!🙂

Keenam, ketika aku memutuskan meninggalkan Yogyakarta beserta perusahaan yang pernah kubentuk, Citraweb, untuk pindah ke Sydney, Australia setelah menikah, 2008.
Keputusan ini adalah keputusan ‘tergila’ yang pernah kucatat hingga saat ini. Aku telah mendapatkan ‘segalanya’, telah berada di zona nyaman selama hampir sembilan tahun di perusahaan yang kubentuk hingga akhirnya aku memutuskan untuk ‘cabut’ ke Australia dan meninggalkan semuanya.

Aku tak menemukan alasan paling tepat kenapa waktu itu aku berani memutuskan demikian selain alasan bahwa aku percaya pada kehidupan yang lebih baik dan lebih beragam ketika kita berani mengambil keputusan-keputusan gila dalam hidup🙂

Di Australia sini akhirnya aku memang mendapatkan apa yang kumau, pengalaman-pengalaman gila, memulai segala sesuatu dari nol dalam berbagai macam peran: suami, orang tua, serta pegawai dari sebuah perusahaan dokumen terbesar di dunia🙂

Ketujuh, kepergian Papa pada April 2011 silam. Ini adalah hal berat namun aku bangga berhasil melaluinya. Nilai yang kudapat di sini adalah kecintaanku terhadap almarhum ternyata begitu kentara justru setelah beliau meninggal. Catatan tentang kepergiaannya bisa didapat di blog saya dengan ‘tag’ Diek (April 2011).

Tentang yang dihargai

Apa yang kuhargai dari diriku? Sikap hidup. Begitu banyak hal yang telah kulalui membuatku memiliki himpunan sikap hidup yang kupergunakan hingga saat ini. Karakter pribadiku terbentuk dari hal tersebut.

Apa yang kuhargai terhadap keluarga, dalam konteks keluarga asal (Papa Mama), adalah sikap rela menerima perbedaan dan membiarkan anak untuk bertumbuh sesuai jalannya sendiri.

Apa yang kuhargai dari orang lain? Perbedaan mendasar. Aku percaya setiap orang memiliki perangkat yang unik sesuai asal mulanya. Dari pemahaman ini membuatku berpikir bahwa setiap hubunganku dengan orang lain PASTI akan mendatangkan manfaat karena aku belajar hal-hal baru, hal-hal unik.

Aku menghargai Indonesia pada kecintaan warganya pada identitas bangsanya!

Aku menghargai kemanusiaan.. faktor kemanusiaan melebihi segala faktor lainnya. Kemanusiaan adalah dasar dari segala jenis pembangunan yang seharusnya dilakukan dan ditujukan

Tentang Simbol Diri

Anak Panah. Bagiku ini adalah simbol diriku. Aku bukan sesuatu yang terlontarkan begitu saja tapi aku telah ditarik ke belakang terlebih dahulu, dihajar dengan segala cobaan hidup untuk kemudian dilepaskan kencang ke depan melaju dan pada akhirnya nanti juga akan menancap terhenti.

Tentang imajinasi Indonesia 2030

Aku mengimajinasikan Indonesia yang berkarakter yang telah menemukan akar budaya tanpa harus mengkoleksi budaya masing-masing suku bangsa maupun budaya agama yang jelas-jelas adalah impor! Yang kusaksikan adalah manusia-manusia unik nan kreatif tapi juga tetap ‘timur’ yang bersatu padu tanpa mempedulikan apa agama dan suku. Orang-orang menjalani hidup dengan menyeimbangkan faktor kerja keras dan fun, faktor membanting tulang dan merayakan kehidupan melalui hal-hal positif.

Upaya mewujudkan imajinasi itu? Menulis! Menulis itu menggugah jiwa dan menggali makna untuk berpikir dan berkarya semakin dalam. Proses penggalian inilah yang nantinya akan menciptakan sistem kebudayaan sendiri yang otentik.

Tentang judul biografi

DV Superstar! Hahahaha…

Tentang hal konyol dalam hidup

Banyak! Aku sering melakukan kekonyolan dan sebenarnya itu tak mempengaruhiku. Lebih berpengaruh bagiku untuk bagaimana menyikapi kekonyolan yang telah kulakukan dengan counter-kekonyolan itu sendiri. Di sini aku menemukan seni hidup, menjawab persoalan yang kuciptakan sendiri (persoalannya) Hahahaha!

Apa yang kupelajari dari kisah Donny? Sikap yang lugas dan tegas mungkin awalnya tidak mengenakkan. Seberapa jauh kita menjaga sikap kita menentukan kadar kualitas diri kita. Konsistensi pada sikap akan menjernihkan siapa teman dan siapa yang pura-pura berteman, mana jalan hidup sebenarnya atau sekedar jalan kesenangan semu.

Apa inspirasi yang kamu dapatkan dari kisah hidup Donny?

Tidak ingin ketinggalan Bukik Bertanya edisi berikutnya? Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

15 Comments Post a comment
  1. Dapet ilmu dahsyat dari Mas Don dan juga Mas Bukik,
    Bahwa dalam hidup kita harus berani mengambil keputusan yang gila, berani keluar dari zona nyaman. Kalian berdua telah melakukan itu.
    *Salim

    20/05/2013
  2. Zee #

    Profil DV memang jadi lebih lengkap saat ditulis melalui sudut pandang orang lain.
    Keren ini mas Bukik!

    20/12/2011
  3. ah detil dan keren !
    mantap kalian berdua : DV dan bukik😀

    20/12/2011
  4. Weh akhirnya ku nemu postingan tentang Kang Deve ik…

    Keknya kurang satu pertanyaan tuh Cak Bukkik, yaitu mengenai makanan kesukaannya… “Coba tanyain lagi, masih doyan “sengsu” ato nggak dianya..?😛

    Btw, thanks sharingnya n salam kenal.. Eh dah kenal lum sih #amnesia

    20/12/2011
  5. saya belum seberani mas DV dalam membuat keputusan hidup.

    sangat menginspirasi..

    makasih banget

    05/12/2011
  6. Baru kali ini aku baca bukik bertanya yang aku kenal orangnya mas.. Ya minimal aku selalu baca tulisannya di blog😀

    dan setelah baca postingan ini jadi makin dekat deh sama mas donny #eaaa.. dan ternyata dulu mas donny gondrong!! *penting banget kah ini?* hahaha

    29/11/2011
  7. Aku kenal Donny udh sekitar 2,5thn dari pertama aku ngeblog, ssst satu hal aku tambahi ttg Donny, ia penggemar Enny Arrow :)) haha

    29/11/2011
  8. ternyata pak DV ini nyaris jadi atasanku bila 2006 aku join citranet😀 tp akhirnya menjadi karyawan perusahaan kompetitor di Jogja😀

    29/11/2011
  9. Wahhh, jadi tahu sisi lain dari mas Donny, tapi membaca ini jadi melihat mas Donny ternyata setua ini ya. Mana tua sih sama pak Bukik? ah sama2 tua pasti *melipir ke hutan*

    29/11/2011
  10. hei hei hei, orang hebat ini akhirnya mampir di blog pak Bukik ya! Aku jg pengagummu loh, mas Don. Tulisanmu itu gak nyinyir kok. Cuma tajem aja.. Klo gak baca dengan pelan-pelan bisa nyakitin orang. hihihhi Tapi tulisanmu itu keren abis! *nuggu buku DV Superstar!*

    Salam,
    Pengagum rahasiamu
    *halah*

    28/11/2011
  11. DV #

    Wakakakakaka.. makasih Bukik… fotoku kok konyol2 ya? Tapi teteup tak bisa menghalangi ketampananku… Sekali lagi, thanks! Well done!

    28/11/2011
    • wahyu asyari m #

      hihi, teteup narsis😀

      29/11/2011

Trackbacks & Pingbacks

  1. Bukik dan pencarian ide yang lebih baik untuk sesama - Donny Verdian
  2. 10 Paling Nyeruduk di Timeline 2011 : Kandangnya Rusa Bawean
  3. Catatan tahun ke-empat — Donny Verdian

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: