Skip to content

Cipta Media Bersama, Mencipta Media untuk Anak Indonesia

IDcerita dan anak jalanan

Banyak program media konvensional yang tidak mendidik buat anak Indonesia dan membuat pesimis kita. Masihkah ada harapan? Adakah solusinya? 

Banyak yang mengeluh tentang kualitas tayangan koran dan televisi kita. Tapi seberapa banyak yang peduli untuk mengontrol koran dan televisi? Tapi seberapa banyak yang bergerak menyuarakan aspirasi pada media? Tapi bertindak untuk menyediakan alternatif content dan media? Sepertinya masih sedikit. Memang lebih mudah mengeluh.

Oleh karena itu, Ford Foundation dengan menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) IndonesiaWikimedia Indonesia, dan ICT Watch meluncurkan inisiatif Cipta Media Bersama. Apa itu? Cipta Media Bersama adalah hibah terbuka yang mengajak individu atau organisasi memunculkan ide baru dan segar dalam praktek bermedia yang mampu membuat perbaikan media di Indonesia.

Hibah terbuka ini menyediakan dukungan sebesar satu juta dolar AS bagi inisiatif-inisiatif yang dapat menjadi contoh praktek terbaik dalam kebhinekaan, kesetaraan, kebebasan dan etika bermedia.  Ada empat topik dalam media: (1) Meretas Batas – Kebhinekaan Bermedia; (2) Keadilan dan Kesetaraan Akses Terhadap Media; (3) Kebebasan dan Etika Bermedia; (4) Pemantauan Media.

Dengan sistem partisipasi terbuka masyarakat diharapkan ikut mendukung dan termotivasi untuk program-program rintisan baru yang dapat membuktikan bahwa media dan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk layanan publik yang lebih baik. Ini adalah tantangan buat masyarakat. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk tidak sekedar mengeluh, tapi bersama mencipta media alternatif. Batas waktu untuk ikut Cipta Media Bersama ini adalah 16 September 2011.

Setiap Anak adalah Pencerita

Indonesia Bercerita, sebuah social entrepreneurship yang bermisi “Mendidik Melalui Cerita” berpartisipasi juga dalam Cipta Media Bersama. Indonesia Bercerita meluncurkan program Digitalisasi Cerita Anak Melalui Partisipasi Komunitas Orang Tua dan Guru untuk Mendidik Anak Indonesia yang Berkarakter. Tujuannya adalah:

  1. Membangun kesadaran pentingnya bercerita dalam pengasuhan anak dan pendidikan di sekolah;
  2. Menumbuhkan kebiasaan dan tradisi bercerita di rumah dan sekolah;
  3. Mengajak setiap orang mendigitalkan cerita anak agar mudah diakses dan disebarluaskan secara gratis.

Program ini merupakan perpaduan apresiasi tradisi bercerita, imajinasi tentang anak Indonesia yang berkarakter, dan teknologi digital di masa kini. Program Digitalisasi Cerita Anak ini terdiri dari:

  1. Pelibatan partisipasi komunitas baik dari kalangan orang tua, guru, maupun aktivis sosial dalam bercerita pada anak-anak. 
  2. Pendidikan komunitas berupa Workshop Mendidik Melalui Cerita yang akan diadakan di 12  daerah di Indonesia. Semuanya GRATIS. 
  3. Mengajak komunitas dalam digitalisasi cerita anak dalam bentuk kontes podcast cerita anak
  4. Penyebarluasan podcast cerita anak dalam bentuk CD mp3 yang mudah diakses oleh masyarakat luas. 

Tidak puas dengan mengeluh tentang kualitas program media yang buruk bagi anak? Peduli adanya media yang lebih mendidik bagi anak-anak? Anda bisa dukung program Indonesia Bercerita ini. Satu dukungan mungkin tidak berarti tapi bila kita bersama-sama bergerak tentu akan begitu berarti bagi anak Indonesia. Bagaimana caranya?

  1. Klik Digitalisasi Cerita Anak 
  2. Klik tombol PILIH
  3. Klik tombol LIKE bila anda punya Facebook
  4. Klik tombol TWEET bila anda punya Twitter

Setiap klik adalah sebuah langkah kecil dari ratusan langkah untuk mewujudkan impian kita tentang anda Indonesia di masa depan. Setiap klik adalah upaya menjaga impian kita. Pada akhirnya,

Bermimpilah, karena Tuhan memeluk mimpi-mimpi itu. Andrea Hirata. Edensor

Apa impian anda tentang media untuk anak Indonesia?

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

Catatan: Posting ini merupakan bentuk dukungan Bukik.com terhadap misi Indonesia Bercerita, Mendidik Melalui Cerita.

4 Comments Post a comment
  1. Start Ramadhan 1432 H saya bernazar untuk mengurangi melihat tayangan TV lokal hingga suatu ketika tayangannya mulai bermutu. Tapi bila 240 juta org Indonesia tidak nonton TV lokal kasian juga para broadcaster karena “dagangannya” gak laku. Media alternatif pilihan saya adalah twitter dan blog, tak terbatas oleh “saringan kaum kapitalis di stasiun TV”, saya bisa memilih apa yang saya butuhkan lewat twitter dan blog. Produktifitas juga lumayan meningkat setelah saya tak memiliki Televisi.

    11/09/2011
    • Gak laku? Justru itu yang menjadi kekuatan konsumen mas. Konsumen harus mendikte produsen untuk menghasilkan program yang bermutu. Secara, acara buruk sekarang juga atas nama rating alias atas nama permintaan konsumen.
      Setuju, kita bisa lebih aktif di twitter dan blog

      12/09/2011
  2. wahh klo aku seh mas udah jaranv nonton tv.. cari alternatif di internet aja dah😀

    10/09/2011
    • Nah…..sama…..diet TV……gak berhenti tapi selektif nonton program tertentu

      12/09/2011

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: