Skip to content

Galau : Kunci Sukses Personal Brand

Sumber Foto: http://flic.kr/p/8yTofA

Ada yang bilang jangan menggalau di media sosial bila ingin menjaga personal brand kita. Tapi tahukah bahwa galau justru bisa menjadi kunci sukses personal brand kita? 

Tidak ada yang suka mendengarkan keluhan kita sepanjang waktu. Tidak ada yang betah menyimak nyanyian panjang kegaluan kita. Semakin sering mengeluh semakin menyebarkan pesimisme sehingga semakin banyak orang yang patah semangat. Semakin menggalau semakin menularkan keresahan sehingga semakin banyak orang yang kehilangan keyakinan.

Prinsip tersebut perlu dipahami kalau ingin membangun brand personal dalam berinteraksi di media sosial. Kita tetap perlu konsisten memperbincangkan topik-topik terkait personal brand. Konsistensi ini akan membangun persepsi dan keyakinan orang lain terhadap diri kita. Setidaknya 30% tweet atau status Facebook kita tetap berkaitan dengan personal brand.

Tapi kita tidak harus tampil sempurna. Kita tidak harus melulu berbicara topik serius tentang personal brand kita. Bahkan ketika kita sempurna terasa kering dan membosankan. Siapa juga yang ingin menyimak hal-hal serius sepanjang waktu. Meski demikian, tetap saja banyak yang mengatakan tabu untuk mengeluh dan menggalau di media sosial.

Pertanyaannya, bagaimana kalau kita sedang menghadapi persoalan sulit sehingga pengen banget mengeluh? Bagaimana kalau kita sedang resah dan ingin menggalau? Apakah kita pendam sendiri demi nama baik kita? Apakah kita menipu diri sendiri seolah-olah tidak terjadi apa-apa?

Bukan. Personal brand bukan ilmu memendam, apalagi ilmu menipu diri sendiri, juga bukan menipu orang lain. Tantangan kita adalah mengubah galausebagai sumber inspirasi. Bahkan, bisa dikatakan galau itu kunci sukses personal brand melalui media sosial seperti Twitter dan Blog. Bagaimana caranya?

Ketika merasa berat dengan persoalan, tunda dulu. Jagar jarak dengan media sosial. Tidak perlu lama, 5 menit cukup. Lakukan dahulu, kita kelola emosi kita dahulu. Sadari apa yang kita rasakan. Sadari apa yang penting bagi kita. Sadari setiap tarikan napas kita.

Mengapa keluhan dan kegalauan kita bisa menjadi sumber inspirasi yang luas biasa. Setiap persoalan adalah kesempatan bagi kita buat belajar. Setiap kesulitan adalah peluang bagi kita untuk menjadi lebih kuat. Dari sebuah persoalan ada berjuta kemungkinan jawaban. Dari sebuah kesulitan ada sekian jurus yang bisa kita mainkan. Jadi, orang pintar adalah orang yang punya banyak persoalan. Orang yang kuat adalah orang yang menghadapi banyak kesulitan.

Agar galau bisa jadi sumber inspirasi yang keren, kita tidak bisa melontarkan kegalauan dalam bentuk langsung. Contohnya, “huh bosku brengsek bisanya nyuruh2 thok” atau “emang kamu cowok satu-satunya di dunia, cih! Brengsek!”

Galau dalam bentuk langsung akan membuat orang merasa risih dan terblokir untuk terlibat. Mengapa? Bentuk langsung menandakan bahwa itu sebenarnya urusan personal kita dengan seseorang. Bukan urusan orang lain. Sehingga, orang yang membaca status atau tweet seperti itu otomatis menjadi jengkel, karena bisa jadi ingin peduli tapi terblokir.

Terlebih dahulu, kita ubah kegalauan dalam bentuk tidak langsung. Lepaskan kegalauan kita dari konteksnya. Semisal, lepaskan kegalauan dari keterkaitannya dengan bos kita atau cowok kita. Setelah itu, ubah menjadi bentuk tidak langsung berupa suatu topik. Misal, bos brengsek, bos keren, cowok kurang ajar, cowok yang perhatian. Setelah jadi topik tersebut maka kita bisa mengolahnya menjadi beberapa hal yang bermanfaat buat kita.

1. Topik kegalauan menjadi sumber obrolan yang asyik

Dari sebuah topik kegalauan itu, kita bisa menciptakan berbagai pertanyaan yang menarik dan provokatif. Pikirkan secara asal semua pertanyaan yang mungkin dari topik tersebut. Apa saja. Setelah dapat banyak pertanyaan, pilih 1 – 3 pertanyaan yang sekiranya bisa menciptakan obrolan yang asyik.

Pasang pertanyaan itu di status Facebook atau di tweetkan. Tunggu komentar dari orang lain. Bila belum ada yang merespon, boleh pertanyaan itu di mention ke teman kita atau orang lain yang sekiranya tertarik ngobrolin pertanyaan itu. Nikmati obrolannya dan dapatkan manfaatnya

2. Topik kegalauan menjadi sumber untaian kata indah

Bila kita merasa cukup mampu merangkai kata, ciptakan untaian kata indah tentang topik kegalauan tersebut. Atau bila tidak terlalu yakin, bisa cari kutipan (quotes) yang sesuai dengan topik itu. Pasang di status Facebook atau twitter.

3. Topik kegalauan menjadi sumber topik posting

Dari obrolan asyik dan untaian kata indah itu, kita sebenarnya punya bahan untuk menulis posting. Kita bisa ulas tentang seorang bos yang brengsek dari berbagai pandangan yang kita dapatkan dari teman-teman kita. Kita bisa bikin tulisan membahas perilaku cowok jaman sekarang terhadap ceweknya. Bikin pro kontra antara pandangan teman cowok kita dengan pandangan teman cewek kita. Ulasan ini tidak bersifat solutif tapi memaparkan secara menarik kejadian-kejadian tersebut. Ulasan yang justru bisa memancing orang berkomentar terhadap posting di blog kita.

4. Topik kegalauan menjadi sumber tips jitu

Kalau dari proses sebelumnya kita mendapat banyak masukan berharga, kita bahkan bisa menuliskan posting yang bersifat solutif. Posting yang berisi tips-tips terkait topik kegalauan kita. Bila ingin kita perkaya, bisa googling persoalan tersebut dan kita akan mendapatkan artikel lain yang mengulas persoalan yang sama.

Nah asyik kan? Kegalauan malah jadi sumber inspirasi. Percayalah, justru bila tidak pernah merasa galau maka hidup kita akan datar-datar saja. Lalu apa yang mau kita tuliskan di media sosial? Dengan galau justru kita bisa dapat bahan dan dengan olahan yang pas bisa memperkuat brand personal kita. Galau adalah sumber emosi yang menciptakan drama dalam kehidupan kita.

Jadi demikianlah mengapa posting ini dituliskan. Berkat kegalauanku hihihi Kalau posting ini menarik, berarti tips ini layak buat dicoba.

Bagaimana menurut anda? Apa anda punya tips yang lain?

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

24 Comments Post a comment
  1. inspiratif banget pak😀

    17/11/2011
  2. Saat galau atau sedih malah menimbulkan beberapa ide untuk menulis di blog, tidak mengacu langsung pada masalah ‘galau’ tersebut tapi menembak galau dari sudut yang lain, nice share Pak Bukik

    24/09/2011
  3. Setuju pak, saya juga merasa galau adalah sumber inspirasi paling mujarab.

    Karena saya sendiri banyak follow orang-orang galau di twitter:mrgreen:

    22/09/2011
  4. Isti #

    wahahaha makasih ya pembahasannya ngena banget. Langsung dipraktekkan🙂

    15/09/2011
  5. Jaka Perdana #

    jenius kak, kita ubah hal negatif jadi positf, galau juga ada sisi positifnya juga kok hehe

    11/09/2011
  6. 2009 Gombal, 2010 Galau, 2011 Nyinyir! Dan yang tak pernah mati adalah tentang Cinta dan Twittwar!

    08/09/2011
  7. Kalo gitu, siap-siap update status tiap kali galau muncul..🙂

    04/09/2011
  8. Emang bner kata previta. Kalo lagi marah jangan pegang hape.. Aku jadi banyak belajar dr twitter.. Bagus postnya ini masukan buat muda-mudi SMA nih.

    04/09/2011
    • apa ini berarti dirimu akan mention linknya ke adik kelasmu? *nyengir

      04/09/2011
  9. Topik kegaulauan kyknya skr sdh jd trend di kalangan ank muda masa kini pak (pengalaman pribadi hehe) dan ckp menjamur. Skr FB atau twitter jg sring dijadikan sarana ajang curcol (curhat colongan) hehe. Sayangnya topik kegalauan terkadang gak dimanfaatkan sbgmna mestinya jd terkesan annoying.. Artikel ini sgt inspiratif dgn tips2nya yg solutif. Sepertinya bagi galauers (sebutan ank2 galau haha) hrs bc artikel ini. Two thumb up😀

    04/09/2011
    • Yuk menggalau *eh

      04/09/2011
  10. kadang galau itu sulit dipahami orang lain😮

    04/09/2011
  11. Aih, bisa aja Kak Bukik ini

    03/09/2011
    • Jiahahahaha

      04/09/2011
  12. Kalau saya sih saya jadikan becandaan saja Pak :))

    03/09/2011
    • Hoooo…..asyik tuh

      04/09/2011
  13. Nice.. Ini sebenernya bisa juga untuk putus cinta atau marah2. Gemana cara kita ngolah sesuatu yg negatif menjadi sesuatu yg menarik & positif, yg bikin orang seneng bacanya. Media sosial juga bisa jadi media aktualisasi diri yang canggih jika dimanfaatkan dengan baik. Curhat dikit, dlu sy putus cinta (jiyeeeh), trus media aktualisasinya di blog.. Curhat2 tapi yg lucu.. Dari situ saya menemukan passion saya, yaitu nulis.🙂 thanks for sharing..

    03/09/2011
    • Wah pengalaman menarik tuh…….yup dari blog pun saya menemukan keasyikan menulis waktu jaman SMU dulu…..

      03/09/2011
  14. Ceritaeka #

    Wooogh ini namanya mengubah kelemahan menjadi kekuatan😀

    03/09/2011
    • Hidup harus cerdik, agar bisa tetap nikmat hehe

      03/09/2011
  15. ini sama dengan waktu saya masih rajin menulis blog dulu xD… kalau patah hati, ya jangan curhat/perasaan patah hatinya yg ditulis, tapi tulis aja ‘tips supaya tidak mengalami patah hati’ ahahaha

    03/09/2011
    • Nah ini contoh nyata yang keren hehehe

      03/09/2011

Trackbacks & Pingbacks

  1. Galau? Siapa Takut. « Kamu Itu Beda
  2. Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia | bukik ideas

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: