Skip to content

8 Media Sosial untuk Kesuksesan Personal Brand

social media

Jaman dulu kita mengenal kartu nama dan CV sebagai identitas diri kita. Bagaimana dengan jaman media sosial? Apa media sosial yang bisa mendukung kesuksesan personal brand kita? 

Media sosial memungkinkan setiap orang untuk tampil di panggung global. Kita tidak hanya mengunduh dari internet, tapi juga mengunggah karya kita. Karya yang kita unggah ini adalah identitas, bukti penguat dan alat untuk meyakinkan akan personal brand kita.

Pernah suatu saat sebuah stasiun tv berita menghubungi saya untuk tampil sebuah talkshow. Saya hadir dan seusai talkshow melacak jejak dari mana stasiun itu bisa mengenal diri saya. Lacak punya lacak. Ternyata seorang teman reporter ditanya oleh redaksi dan mengajukan nama saya.

Ketika di tanya, siapa Bukik? Teman saya menunjukkan Bukik.com, kalau jaman dulu biasanya menyodorkan kartu nama. Mereka kemudian mendiskusikan profil diri saya berdasarkan data yang ada di blog ini dan memutuskan untuk mengundang saya. Alhamdulillah yah…

Kehadiran kita di media sosial memungkinkan profil diri kita bisa diakses kapanpun dimanapun dan oleh siapapun. Ibaratnya, media sosial bekerja meskipun ketika kita tidur. Oleh karena itu, kalau kita serius membangun personal brand, maka kita harus hadir di media sosial yang tepat.

Hadir di media sosial tidak bisa instan langsung dikenal banyak orang. Kita butuh waktu untuk membuat, mendokumentasikan dan mempublikasikan karya-karya kita, sebelum dikenal. Upaya panjang sampai kita mempunyai content yang cukup banyak dan berkualitas pada media sosial kita. Jangan terjebak pada trik SEO untuk mencari traffic tinggi. Lebih penting hadir di media sosial secara konsisten dari segi isi dan durasi waktu.

Apa saja media sosial yang bisa mendukung kesuksesan pembentukan personal brand kita?

1. Blog

Blog itu ibarat rumah kita. Orang mengenal diri kita ketika orang tersebut berkunjung ke rumah. Semakin sering berkunjung semakin mengenal. Blog sebagai rumah berisi segala macam content yang membanggakan bagi diri kita.

Ketika orang berkunjung ke blog kita, setidaknya 3 pertanyaan berikut ini terbayang oleh orang itu, yaitu apa yang kita miliki, apa yang telah kita lakukan dan siapa diri kita. Pertama, pengunjung bisa mengetahui kemampuan yang kita miliki baik dari pengakuan kita maupun dengan menyimpulkan dari posting kita.

Kedua, pengunjung bisa mendengar cerita berbagai aktivitas baik dari biodata maupun dari kegiatan yang kita ulas di posting blog. Terakhir, pengunjung bisa mudah mengingat siapa, keunikan diri kita dan layanan yang bisa didapatkan oleh sang pengunjung.

Ketika awal membuat blog hingga 2 tahun kemudian, jangan terlalu berharap ada banyak pengunjung dan komentar. Blog untuk kepentingan personal brand tidak terlalu relevan mempertimbangkan jumlah. Lebih penting efektivitas sasaran pembaca blog kita. Semisal, bila kita membuat blog tentang anak berkebutuhan khusus, maka lebih penting blog kita dibaca orang tua, mahasiswa dan praktisi terkait anak berkebutuhan khusus. Awalilah dengan mengajak sahabat dekat untuk memberi komentar. Perlahan-lahan perluas lingkaran orang yang anda ajak berkunjung.

Bagaimana orang bisa berkunjung ke blog kita?  Pertama, unik dan mudah diingat. Bantu orang lain berkunjung dengan memudahkan orang tersebut mengetik nama blog kita. Kedua, ciptakan banyak jalan menuju blog kita. Bila blog rumah maka media sosial yang lain adalah jalan-jalan menuju rumah kita. Pastikan blog kita terhubung dengan berbagai media sosial yang lain.

2. Twitter

Twitter adalah jejaring informasi yang membantu orang menyediakan, mencari dan mendapatkan informasi atau topik dari suatu bidang langsung dari orang yang menguasai informasi atau topik tertentu. Twitter mempertemukan komunitas, pengguna, ahli dan sponsor dalam sebuah interaksi sosial.

Berkenalan dan berinteraksi dengan orang-orang yang memperbincangkan topik-topik dalam bidang personal brand kita. Perbincangkan ulasan kita di blog ke twitter sekaligus dengan tautannya (link). Bisa juga, perbincangkan suatu topik di twitter untuk mencari inspirasi dan bahan menulis posting di blog.

Bila ingin mengembangkan personal brand melalui twitter, bisa simak beberapa posting saya: Twitter buat Pemula 1Twitter itu Ibarat Radio7 Jurus Kembangkan Twitter Kita

3. Linkedin

Linkedin adalah media sosial khusus kalangan profesional dari berbagai bidang. Linkedn membantu kita menyusun biodata digital yang bisa diperbaharui setiap saat. Kita bisa memberi dan mendapatkan rekomendasi dari rekan, atasan bahkan bawahan tentang suatu keahlian yang kita kuasai. Ada grup-grup yang memperbincangkan berbagai topik, peluang kerja hingga tawaran proyek pada berbagai bidang.

Saya pribadi meski punya akun di Linkedin namun tidak terlalu aktif  berinteraksi. Tapi saya punya pengalaman mendapatkan proyek riset marketing lingkup regional berkat penularan informasi di jejaring tersebut. Mengapa berani membicarakan proyek? Yup, karena media sosial ini sangat spesifik buat kaum profesional. Kepercayaan akan keahlian tertentu menjadi kunci dalam berinteraksi di dalamnya.

4. Facebook

Facebook pada dasarnya lebih menjadi media pertemanan tapi saya tetap merasa perlu memasukkannya sebagai media sosial yang menunjang personal brand. Pertama, penting untuk mengenalkan personal brand mulai dari teman-teman dekat kita. Kedua, facebook punya fitur yang bisa memisahkan urusan pribadi kita dengan urusan profesional kita dalam membangun personal brand.  Ketiga, Facebook merupakan media sosial dengan pengguna terbanyak di Indonesia.

Kebanyakan kita membuat akun Facebook dengan tujun personal dan pertemanan. Sebagian orang menjadikan semua orang sebagai teman di Facebook. Konsekuensinya, kita perlu membatasi percakapan di facebook agar tidak membicarakan hal-hal yang bisa merusak personal brand di mata banyak orang.

Tapi ada beberapa orang yang memisahkan urusan personal dan profesional. Pertemanan di facebook dibatasi pada beberapa orang dekat yang karena dekatnya kita relatif bebas bicara. Sementara, orang tersebut membuat Fanpage Facebook untuk urusan profesional. Orang yang ingin memantau isi blog kita melalui Facebook diarahkan untuk meng-like Fanpage tersebut. Ini Fanpage Facebook Bukik.

Interaksi di media sosial dilanjutkan ke kopdar

5. Google Plus

Google Plus yang menjadi tandingan Facebook ini adalah media sosial terbaru yang diluncurkan oleh Google. Google Plus mempunyai keunggulan dalam mengelola pertemanan dan content yang akan disebarkan. Dua fitur unggulan yang menunjang personal brand adalah Circle dan Sparks. Circle adalah pengelompokan teman kita yang nantinya berguna untuk memilah content yang akan kita bagikan. Sparks adalah manajemen content yang memudahkan kita memantau info terbaru dari topik yang kita minati.

Meski Google Plus mengalami kemajuan pesat pada awal peluncuran dan dinilai majalah Times sebagai web terbaik 2011 untuk kategori media sosial, kita masih perlu melihat perkembangan selanjutnya. Bila berkembang, Google Plus akan menjadi media sosial yang menarik untuk mengembangkan personal brand kita. Bila ingin belajar lebih jauh tentang Google Plus simak : Google Plus: Akankah Tutup Juga?Bedanya Google+, Facebook dan TwitterGoogle+ : Tips Buat AbabilVisual Guide to Circles in Google+

6. Flickr

Blog tidak memikat pengunjung bila postingnya hanya berisi tulisan melulu. Kita perlu menyisipkan gambar yang relevan dan menarik di posting kita. Selain hasil jepretan pribadi, salah satu sumber yang saya gunakan adalah Flickr. Mengapa? Pertama, Flickr banyak digunakan pengguna mulai dari yang amatir hingga profesional. Kedua, Flickr sudah menggunakan Creative Commons, yang memilah hak penggunaan foto.

Ada foto di Flickr yang tidak bisa kita gunakan kecuali kita membelinya. Ada foto yang bisa kita gunakan dengan beberapa persyaratan yang mudah sekali. Caranya bagaimana? Gunakan Advanced Search untuk melakukan pencarian foto sesuai dengan kata kunci kita. Lihat bagian bawah, klik pada option Creative Commons. Hasil pencarian akan menampilkan foto-foto yang bebas kita gunakan.

7. Youtube

Selain foto, video merupakan salah satu daya pikat bagi blog kita. Bayangkan bila ulasan kita tidak saja menjelaskan melalui tulisan, menunjukkan melalui foto, tapi juga memperagakan melalui video. Tentu posting kita menjadi lebih memikat bagi pengunjung blog kita. Selain itu, kita juga bisa membuat video sederhana yang menjelaskan inti dari posting kita. Tidak perlu repot dengan kamera video profesional, video dari telepon genggam pun sudah cukup.

Saya sendiri menggunakan dua media sosial yaitu Youtube dan Vimeo. Youtube lebih popular, lebih banyak pengguna tapi relatif terbatas video yang bisa kita unggah. Youtube membatasi video yang bisa diunggah hanya yang berdurasi dibawah 15 menit. Selain itu, kita butuh aplikasi lain untuk mengunduh video dari Youtube. Saya biasa menggunakan Keepvid.com

Sementara, Vimeo kurang begitu popular tapi saya tetap suka menggunakannya. Vimeo membatasi video yang kita unggah tidak berdasarkan durasi, tapi berdasarkan besar filenya yaitu maksimal 500 Mb per minggu. Jadi relatif lapang bila kita ingin mengunggah video yang berdurasi cukup lama. Selain itu, saya suka dengan tampilan Vimeo yang simpel dan intuitif. Vimeo juga menyediakan fasilitas untuk mengunduh video tanpa perlu aplikasi bantu lain.

8. Klout

Mungkin banyak yang tidak mengenal Klout. Tapi Klot mendapat predikat 5 web terbaik 2011  oleh Majalah Times untuk kategori media sosial. Nah kan…… Apa itu Klout? Sebuah web yang memungkinkan kita memantau skor pengaruh kita di media sosial. Kita terbantu untuk menilai efektivasi upaya kita membangun personal brand.

Dalam dunia marketing, para marketeer perlu melakukan riset untuk mengukur kekuatan brandnya yang tentu butuh biaya tidak sedikit. Riset itu dilakukan secara berkala sekaligus untuk mengevaluasi efektivitas strategi marketing mereka. Skor Klout membuat kita sebagai individu bisa melakukan hal yang sama secara gratis untuk personal brand kita. Upaya membangun personal brand akan mendapat masukan agar kita bisa terus mengembangkan strategi kita.

Awalnya Klout menghitung skor Klout (pengaruh sosial) hanya berdasarkan twitter dan facebook. Tapi kemudian mereka mengembangkan penggunanaan media sosial yang lain seperti Linkedn, Youtbe, Flickr, Blogspot. Bahkan mereka juga akan menggunakan WordPress. Bila ingin belajar tentang Klout silahkan simak beberapa posting saya: Miss Indonesia 2011: Popularitasnya di TwitterMonitor Radio Twitter 1: Penggunaan KloutMonitor Twitter 2: @SherinaMunaf dan @PocongggMonitor Twitter 3: Apa itu Klout Style?.

Sudah hadir di media sosial untuk membangun personal brand? Bila belum, jangan buang waktu, sekarang saatnya meraih kesuksesan personal brand dengan menghadirkan diri kita di media sosial.

Apakah ada media sosial lain yang juga mendukung pengembangan personal brand kita?

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

12 Comments Post a comment
  1. 8 di atas sepertinya udah merangkap untuk menjelaskan brand saat ini, terlihat sekarang juga muncul Pinterest, Tumblr, Stumble dll sudah semakin lengkap saja🙂

    06/07/2012
  2. Personal Brand di SocMed ? Hmmmm, sy baru beranjak dan mulai, mantap nih tulisan pak Bukik.

    01/11/2011
  3. Nice info mas.. baru blog dan Facebook dan Twitter yang bisa optimal saya gunakan untuk brand Maru Bunny Town. Punya juga account di Flickr dan G+ tapi masih jarang digunakan..

    12/09/2011
  4. yang paling sering di update memang cuma facebook dan blog😀

    04/09/2011
  5. sudah mencoba semuanya.. tapi tidak terlalu addict
    paling juga Facebook yang paling sering saya buka,
    dan kedua twitter, itu juga belum lama ini buat🙂
    dan yg terbaru yaitu G+
    3 ini yang cukup menarik untuk saya saat ini🙂

    04/09/2011
  6. Yang paling saya gunakan hanyalah Blog, Twitter, Facebook, dan YouTube.
    Sementara sisanya, jarang banget😀
    Untuk Klout, cuma sekali doang saya nyoba😆

    04/09/2011
  7. Nice. Tulisan tempat belajar untuk terus berbenah. Terimakasih Mas Bukik

    04/09/2011
  8. Apakah klout itu termasuk media sosial? Yang saya tahu klout itu alat ukur. apakah kita bisa berbagi, bersosialisasi dg klout?

    Dari kedelapan di atas, saya sudah mencobanya. untuk you tube tidak aktif, gak ada video yg menarik dan terlau lama untuk upload atau nonton, biasalah koneksi. Dan juga linkelin yg tidak terlalu paham.

    Flickr saya ganti dengan posterous sama2 untuk berbagi photo, karena di posterous itu lebih terintegrais dg sosial media yg lain. Selain itu formatnya blog, setiap orang bisa berkomentar. Kalau flickr walau saya juga punya tapi sedikit yang melihat dan hanya yang punya akun flickr yg bisa komentar.

    btw, personal brand saya sudah berhasil belum ya??😆

    04/09/2011
    • Awalnya Klout memang alat untuk memonitor dan mengukur pengaruh sosial kita. Tapi perkembangannya, sekarang Klout juga berbagi meski konteksnya tetap untuk mengukur. Ada fasilitas +K kalau kita ingin mengakui rekan kita ahli/menguasai suatu topik tertentu. Juga kita bisa memilih siapa yang menjadi influencer kita. Majalah Times memasukkan Klout sebagai media sosial

      Aku juga punya posterous dan sekarang lebih aktif. Tapi koleksi foto untuk keperluan blogging masih megang Flickr.

      Personal brand sudah berhasil? Alat ukur yang aku tahu ya Klout itu. Berapa skor Kloutmu?

      04/09/2011

Trackbacks & Pingbacks

  1. 6 Aplikasi Twitter untuk Personal Brand | bukik ideas
  2. Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia | bukik ideas
  3. 10 Poin Penting Dalam Social Media Policy | bukik ideas

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: