Skip to content

Bercerita, Kemampuan Abad ke-21 (Bagian 3 Habis)

web 2 IDcerita

Bagi kita, bercerita adalah kenangan kakek nenek atau orang tua bercerita menjelang tidur. Tapi jaman terus bergerak, bercerita pun mengalami digitalisasi, lahirlah generasi dan media digital pencerita.

Bercerita seringkali diasosiasikan dengan kegiatan menjelang tidur atau panggung dimana pencerita dan pendengar berada pada satu tempat dan waktu yang sama. Ada terobosan semisal bercerita di televisi, radio dan layanan khusus telepon tapi tidak menghilangkan asosiasi bercerita itu kegiatan offline.

Bercerita mungkin ketinggalan jauh dengan beberapa profesi lain yang telah mengalami digitalisasi seperti penulis, desainer dan arsitektur. Meski demikian, digitalisasi bercerita pun dashyat bila kita menyimak perkembangan yang terjadi.

Media sosial telah melahirkan revolusi digital. Media sosial menciptakan perubahan bagaimana orang berkomunikasi, berinteraksi dan bahkan berkarya. Setiap orang bisa membuat dan menciptakan content, tidak hanya negara atau perusahaan besar.

Peran pertama media sosial adalah memungkinkan pencerita untuk tampil dan dikenal secara luas. Saya mengenal beberapa orang yang dengan percaya diri memasang profil di twitternya sebagai pencerita. Mereka diantaranya adalah @devieriana @lianamaku @maya_myworld @fiki0102 @aiodongeng dan @handoko_h.

Dua orang pencerita yang pertama kali menyambut positif ajakan saya buat bercerita di Indonesia Bercerita adalah @devieriana dan @lianamaku. @Lianamaku punya kesibukan seabreg baik sebagai penulis, penyiar radio dan pencerita. Sementara, @devieriana masih saja sempat bercerita ditengah kesibukannya sebagai seorang PNS.

Saya mengenal @maya_myworld sejak masih aktif di teater boneka kampus dan terus bergabung bersama dengan Indonesia Bercerita. Saya bertemu @fiki0102 pertama ketika Kopdar Indonesia Bercerita di Jakarta. Sebagai seorang guru, bercerita menjadi metode utama @fiki0102 dalam mengajar murid-muridnya.

Dua orang lainnya, saya belum pernah bertemu tapi sudah mendengar kiprahnya yang malang melintang sebagai pencerita. Pertama, @aiodongeng yang saya lihat ketika tampil di Kick Andy Show. Wah keren habis penampilannya. Kedua, @handoko_h, beliau agak beda dengan yang lainnya. Mas @handoko_h adalah salah seorang yang getol mempromosikan bercerita dalam dunia marketing.

Peran kedua media sosial, paling utama, mengubah bercerita secara mendasar. Perubahan itu sekarang dikenal sebagai Digital Storytelling. Apa itu? Kalau mengutip pada Wikipedia, Digital Storytelling adalah:

“Digital storytelling” is a new term, arising from a grassroots movement that uses new digital tools to help ordinary people tell their own ‘true stories’ in a compelling and emotionally engaging form. These stories are usually short (less than 8 minutes) and can be interactive. | Wikipedia 

Terjemahan kasarnya

Peralan digital untuk bercerita yang memungkinkan orang biasa bercerita dan menceritakan cerita mereka dalam bentuk yang memikat dan menggugah secara emosional. Cerita yang diceritakan biasanya singkat dan interaktif.

Bercerita secara digital ini memperluas wilayah terapan dari bercerita yang dulu dikenal hanya saat menjelang tidur semata. Digitalisasi ini juga memungkinkan semakin banyak dan beragam orang yang terlibat dalam kegiatan bercerita. Bercerita sekarang digunakan secara intensif pada dunia marketing, pendidikan dan persekolahan, kesehatan mental, pengembangan organisasi hingga pengembangan komunitas.

Ada yang pernah mendengar kaset sanggar cerita? Coba simak podcast sanggar Indonesia Bercerita ini : Kakekku Idolaku

Bercerita secara digital diterapkan Indonesia Bercerita dalam bentuk podcast audio cerita anak. Dengan adanya podcast cerita anak ini memungkinkan orang tua, guru atau aktivis sosial, berbagi cerita anak yang dapat digunakan di lingkungan masing-masing. Setiap orang bisa bikin akun di webnya sehingga bisa mengapresiasi, mengunduh dan mengunggah podcast cerita anak.

Gerakan Indonesia Bercerita membuat setiap orang bisa sharing, mendapat apresiasi dan berkonstribusi buat pendidikan karakter anak Indonesia. Adanya apresiasi terhadap podcast cerita anak memudahkan pengguna untuk memilih podcast cerita anak yang bermutu. Bahkan, ada kontes bercerita dengan tema tertentu sehingga pencerita bisa mendapat penghargaan.

Ingin terlibat dengan Indonesia Bercerita? Bisa gabung di Facebook dan twitter. Ingin unggah podcast cerita anak karya anda? Simak video ini : Cara Unggah Podcast.  

Sementara di luar negeri ada banyak gerakan terkait bercerita digital, tapi pada posting ini saya akan mengulas sedikit tentang 2 gerakan yang menarik yaitu Smories.com dan StoryBird.com.

Saya dikenalkan dengan Smories.com oleh @this_is_tis dan langsung takjub dengan gerakan ini. Kenapa? Begitu kita membuka webnya langsung nampak ribuan foto anak kecil yang bila di klik akan menampilkan anak kecil tengah bercerita. Smories sendiri berasal dari “Small Stories” sehingga durasi ceritanya maksimal hanya 2 menit. Gerakan ini mengajak anak-anak bercerita dengan cerita yang sederhana.

Storybird.com adalah layanan yang menggunakan bercerita secara kolaboratif untuk mempererat hubungan antara anak dengan keluarganya. Dua orang atau lebih bisa menciptakan “Storybird” dengan menulis cerita mereka dan memasukkan gambar. Setelah selesai, pembuat cerita bisa berbagi karya mereka secara publik atau privat. Pencerita bisa juga menggunakannya untuk bereksperimen, mempublikasikan cerita mereka dan berhubungan dengan para fans. Gimana jelasnya? Simak saja video panduannya.

Nah beberapa contoh tersebut menunjukkan bahwa bercerita bukanlah kapasitas masa lalu. Bercerita sebagai kemampuan yang dibutuhkan untuk bersaing di jaman kreatif, telah menjelma dalam bentuk digital yang memikat. Ada banyak kesempatan untuk bercerita secara digital di abad ke-21. Sekarang, tunggu apalagi, mari bercerita mulai dari kehidupan sehari-hari yang paling sederhana.

Apakah sudah bercerita hari ini? 

_________________________________________________________

Baca juga:

Bercerita, Kemampuan Abad ke-21 (bagian 1)

Bercerita, Kemampuan Abad ke-21 (bagian 2)

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

4 Comments Post a comment
  1. DV #

    Idenya menarik, Mas… menuju TKP ah!

    23/08/2011

Trackbacks & Pingbacks

  1. Bercerita, Kemampuan Abad ke-21 (Bagian 2) | #BlogBukik
  2. Cipta Media Bersama, Mencipta Media untuk Anak Indonesia | themanagers.org
  3. Cipta Media Bersama, Mencipta Media untuk Anak Indonesia | bukik ideas

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: