Skip to content

TDL 13 : Imajinasikan Semesta

Beban Kehidupan

: Serial Insert The Dancing Leader

Dulu ketika kecil, saya mengangankan menjadi orang pintar. Kata orang tua, “Biar tidak ditipu sama orang”. Rajin belajar. Rajin membaca buku. Rajin mendengarkan petuah guru. Apapun selama itu membuat saya jadi lebih pintar.

Setelah tua begini baru tobat. Ternyata semakin saya tahu, semakin saya menjadi bodoh. Semakin saya tahu, semakin saya tahu mana yang benar mana yang salah. Semakin saya sadar banyak yang tidak beres terjadi. Semakin saya tahu banyak hal yang bisa saya lakukan. Semakin saya berharap banyak hal terjadi. Semakin sering saya mengalami kegagalan. Semakin sering saya menemui kekecewaan.

Banyak pengetahuan itu ibarat anak desa yang tengah membawa air dalam timba. Awalnya merasa yakin, semakin banyak air yang dibawa maka semakin cepat ia menyelesaikan tugasnya. Padahal, semakin banyak air maka semakin berat beban yang dipikulnya. Semakin lambat menempuh perjalanannya. Semakin banyak air yang dibawa maka semakin sering ia harus berhenti, meletakkan timba airnya.

Coba kita dengarkan kisah ini.

Apa yang anda tahu tentang Jember? Sangat mungkin jawabannya. Petani. Sarungan. Santri. Agraris. Konflik Pertanahan. Atau kalau Tukul bilang “Ndeso”. Tapi seorang Dynand Fariz, yang entah tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, mendeklarasikan Jember sebagai pusat fashion dunia.  Bagaimana bisa?

Dynand Fariz mengadakan Jember Fashion Carnival (JFC) tiap tahun, sampai tahun ini telah menginjak tahun kedelapan. Hebatnya, Dynan Fariz mengubah pengetahuan kita tentang Jember. Event itu telah menyedot perhatian dunia sebagai catwalk terpanjang di seluruh dunia. Bagaimana tidak, 450 orang di jalanan sepanjang 3,6 kilometer, ditonton oleh 300 ribuan dan diliput berbagai media internasional.

Menjadi The Dancing Leader itu memandang dunia melalui mata anak seorang kecil yang lugu, memandang dunia sebagai seorang pemula. Seorang The Dancing leader menghargai pengetahuan, sebagaimana penghargaannya terhadap imajinasi. Ia yakin dengan imajinasi sebagai sebuah media untuk memperbarui keadaan, untuk melakukan perubahan.

Tanyakan pada diri sendiri dan rekan anda, “Apa yang anda ketahui tentang organisasi anda? Bagaimana anda ingin mengimajinasikan ulang organisasi anda?”

Sumber Gambar: http://bit.ly/q8wprK  

”Ikuti terus dengan follow @bukik di twitter

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

2 Comments Post a comment
  1. Aku pernah dinasehatin seorang guru agama ketika bertanya. ‘Nak, jangan terlalu sering bertanya ttg sesuatu yg kecil, krn kalau kita gak tahu dan melakukan kesalahan itu gak dosa, tapi klo kita udah tahu tapi tetep melakukan kesalahan berarti dosa kan’ sejak itu aku gak terlalu banyak bertanya hal2 yg remeh😛

    Mengenai jember carnaval festival, aku srg seh dgr beritanya, tp gak terlalu paham juga *malas nanya😆

    03/08/2011
    • Muahahaha cara yang praktis menjalani kehidupan……..

      03/08/2011

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: