Skip to content

Nikmati Panasnya Bumi : Solusi Jitu Pemanasan Global

Rumah yang asri sebagai gaya hidup hijau

Kita seringkali menafikkan kenyataan bahwa bumi semakin panas dengan memasang AC di rumah, kantor bahkan mobil. Akibatnya, semakin kita menipu diri maka semakin bumi menjadi panas dan kita lagi-lagi semakin menipu diri. Apa solusinya? Nikmati panasnya bumi. Kok bisa? Simak…..

Berbagai perkembangan di era modern telah membuat bumi menjadi semakin panas, disebut global warming. Teknologi modern pun memperkenalkan berbagai peralatan yang membuat manusia bisa menikmati hidup. Peralatan semacam kipas angin, lemari es, dan AC. Kalau di luar panas, kita masuk rumah atau kamar tidur. Sejuk pun terasa. Kita segera masuk masuk ruang kantor, kampus atau mall. Maknyeeess…. dinginnya langsung terasa……

Aku dulu pernah bermimpi bumi itu butuh sebuah AC raksasa yang bisa bikin seluruh bumi ini maknyeees (muahaha…gak mungkiiin…). Tapi apa itu solusinya? Kenyataannya, prinsip kerja AC justru mendinginkan ruangan dengan menghasilkan panas untuk bumi.

Semakin banyak AC yang kita pasang semakin bumi panas. Semakin banyak AC yang kita pasang, semakin kita menipu diri, menafikkan kenyataan. Semakin kenyataan dinafikkan, semakin tidak pernah terselesaikan.

Contoh lain, mengapa kota kita panas? Karena para pejabatnya menghabiskan sebagian besar waktunya di ruangan dan mobil ber-AC. Mereka tidak merasakan panas kotanya. Apa yang mau diharapkan?

Langkah pertama yang terpenting untuk mengatasi pemanasan global adalah “Nikmati Panasnya Bumi”.😎

Rasakan panasnya. Sesekali keluar ke taman kota di siang terik. Rasakan sinar mentari yang menggigit kulit. Rasakan panas matahari yang membuat rambut panas dan sedikit pusing. Nikmati panasnya bumi.

Panas yang terasa di tubuh akan menampar kesadaran bahwa kita harus mengubah gaya hidup kita. Dengan menikmati panasnya bumi, kita merasakan langsung dampak gaya hidup modern.

Nikmati panasnya bumi ini bukan omong kosong. Aku berangkat kerja dari Sidoarjo ke Surabaya mengendarai motor selama 1 jam. Belum lagi pulangnya.

Awalnya menggunakan kemeja lengan pendek dan kulit tangan terasa nyelekit-nyelekit ketika terkena terik matahari. Aku pun menggunakan kaos lengan panjang atau jaket yang melindungi seluruh tubuh. Tapi panasnya berubah dari nyelekit menjadi sumuk.😕

Aku marah sama panasnya bumi. Aku tidak terima dengan panasnya bumi. Ini sungguh tidak menyenangkan. Tapi mau tidak mau aku harus tetap menjalani perjalanan itu dan menikmatinya.

Akhirnya, lahir kesadaran bahwa aku juga bagian dari generasi modern yang membuat bumi semakin panas. Generasi yang bertingkah laku sangat egois dan mengabaikan kepentingan global.

Aku gak berani mengakui bahwa gaya hidupku itu gaya hidup hijau (green lifestyle). Tapi aku berusaha sebisa mungkin ramah dengan lingkungan.🙂

Menurunkan tingkat keluaran yang tidak berguna

Setiap proses perubahan bentuk pasti membutuhkan energi. Kita menggoreng telur itu butuh energi. Dalam proses itu, seringkali kita menghasilkan keluaran yang tidak berguna.

Semisal, belanja kebutuhan rumah tangga akan menghasilkan kemasan produk hingga tas plastik yang tidak kita butuhkan. Kita bikin acara beli makanan dengan kemasan sekali pakai. Selesai acara pasti akan menghasilkan sampah.

Adanya sampah berarti proses produksi yang tidak efisien, ada energi yang terbuang sia-sia. Setelah jadi sampah pun butuh energi untuk mengolah atau memusnahkannya.

Tahukah kamu, rata-rata sehari 1 orang menghasilkan sampah 0,8 kg. Rata-rata sehari di Indonesia dihasilkan sampah sebanyak 176.000 ton!  Sebesar apa itu?

5.426 candi sampah sebesar candi Borobudur

Dari pada menggunakan kemasan sekali pakai, lebih baik menggunakan peralatan yang bisa kita gunakan ulang. Bawa tas kain untuk berbelanja ke toko. Bawa tupperware untuk membawa makanan dari pada harus jajan di kantin. Ini contohnya isteriku. Kalau aku karena sering berpindah “kantor” jadi jarang-jarang bawanya.

Matikan lampu, keran air dan peralatan listrik begitu tidak digunakan. Kalau perlu tidur lampu mati (hehehe siapa yang takut tidur gelap angkat tangan?). Pilih lampu dan peralatan listrik yang butuh energi lebih sedikit. Cahaya lampu yang menyala tanpa kita gunakan sebenarnya adalah sampah juga. Tidak berguna.

Semakin sedikit sampah berarti semakin efisien. Semakin sedikit energi yang dikeluarkan maka semakin kecil sumbangan kita pada pemanasan global.

Meningkatkan keluaran yang menurunkan suhu

Sebelum rumahku jadi, yang pertama dilakukan adalah menanam pohon. Dua pohon di belakang dan 1 jeruk di belakang. Kemudian ketika selesai dibangun, nambah lagi jambu klutuk dan kelapa. Jadi ketika pindah ke rumah ini, suasana sudah lumayan rindang.

Ruang kerja tempat menulis posting ini

Kebiasaan menanam ini terus berlanjut ketika kami mendiami rumah ini. Setelah lahan sendiri sudah penuh ditanami, kami melakukan ekspansi (ekpansi pasar hehehe). Kebetulan rumah di depan rumah kami kosong, sehingga lahan/taman di pinggir jalannya pun terbengkalai.

Wah kami pun segera melakukan penanaman pohon, sekeluarga nih. Saya sendiri menanam 2 mangga, ibunya Damai menanam belimbing wuluh dan nusa indah, kakek menanam 2 kelapa dan pembantu menanam pohon keres. Heboh pokoknya…

Beberapa waktu yang lalu pernah iseng ngitung jumlah jenis bunga/pohon di rumah, wah ternyata lebih dari 35 jenis. Lumayan banyak kan?!

Terasa lho efeknya buat rumah kita. Lebih sejuk dan asri

Semakin banyak tanaman semakin banyak oksigen yang dihasilkan. Semakin teduh rumah kita dengan tanaman maka semakin besar sumbangan kita dalam mengurangi pemanasan global.

Apa yang sudah kamu lakukan untuk mengurangi pemanasan global? Baru mau mencoba menikmati panasnya bumi? *eh

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

9 Comments Post a comment
  1. Hehehe, itu sebenernya gabungan rumah nyokap sama rumah saya, jadi kaya luas ya?🙂. Aslinya sebagian di pot yang di rumah Ibu di Jakarta karena nggak ada lahan tanah lagi. dan sebagian lagi di rumah saya di Bandung😉.

    02/08/2011
    • Oalah………hehehehe makanya kok banyak amat tanaman besarnya……

      03/08/2011
  2. Global warming ya.. ada global warming ada global cooling kan pak? klo masalahnya bumi semakin panas ya karna makin banyaknya manusia yang lahir.. haha ini teori ngasal sih.. ketika kita sedang berada di kamar sendirian menggunakan ac pasti terasa dingin. bahkan sangat dingin jika di set dengan suhu 16, tapi ketika teman-teman kita datang 5-10 orang kamar kita rasanya jadi gak dingin lagi kan? solusinya jika ingin bumi kita dingin… kurangi saja kegiatan membuat anak agar tidak terlalu banyak jumlah populasi di kota Surabaya ini.. haha

    02/08/2011
    • Muahahaha dan ketika surabaya longgar kurang penduduk, berjibun penduduk luar daerah datang. Muahahahaha podo ae

      02/08/2011
  3. Yak, aku juga stp hari naek motor ke kantor, klo mau ngerasain panas ya disini, di Pontianak! Stp hari matahari tepat di atas kepala. Kadang klo lagi ‘bersemagat’ bisa sampe 40c! Di rumah juga gak ada ac sama sekali, klo mau tidur kebiasaan itu pake lampu yg 5W! Terus ada hutan kecil dibelakang rumah. Kalau aku merasa green life style? BELOM sama sekali. Walaupun seh hampir stp belanja aku usahakan gak ambil kantong kreseknya skrg😛

    02/08/2011
    • Wah keren panasnya *eh keren sudah belanja dengan diet kantong plastik. Andai semakin banyak orang yang peduli

      Btw, pontianak panas banget ya? Wah patut dicoba nih…..

      02/08/2011
  4. wah, saya suka tanaman🙂. Di rumah ada pohon jambu biji 2 buah, mangga gedong dan harum manis, mangga (yang ini lupa namanya), delima, jambu air, apel india, jambu bangkok, jambu merah, belimbing, lengkeng, jambu air besar. Ada juga tanaman hias. Dan memang, rumah rasanya sejuk dan nyaman🙂. Apalagi kalau buah2 itu sedang berbuah, woww🙂

    01/08/2011
    • Wuaaaaaa itu halamanya pasti luas……rumahku kecil kakak……
      Nantilah aku beli lahan buat tanam semua tanaman itu hehehehe

      01/08/2011

Trackbacks & Pingbacks

  1. Twitted by bukik

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: