Skip to content

Mau Optimis? Berhenti Baca Koran dan TV

TED

Berhenti baca koran harian umum & TV itu bisa menyehatkan jiwa. Dugaanku, 99% halaman depan harian umum memuat persoalan. Televisi? Gak jauh beda. Ketika disimak, kita akan mengeluh, menyalahkan & ujungnya: PESIMIS! 

Kata @Pandji, berita buruk bikin berita baik jadi basi. Berita buruk jadi bintang utama di koran harian umum dan televisi. Satu persoalan akan meniadakan seribu inspirasi di negeri ini.

Informasi yang kita dapatkan akan berpengaruh pada persepsi kita terhadap kenyataan. Banyak berita buruk yang kita baca maka kita akan mempersepsikan kenyataan cenderung buruk. Persepsi ini akan berpengaruh pada motivasi kita, menjadi bekerja apa adanya. Toh semua sudah buruk.

Baca koran hari ini seluruhnya, kemudian tanyakan pada diri sendiri, bagaimana kesan terhadap Indonesia? Apa 10 kata yang melukiskan tentang Indonesia?

Bila kata negatif lebih dari 5 maka kamu sudah terpengaruh oleh berita buruk koran hari ini. Mungkin terlalu ekstrim mengatakan berhenti baca koran dan TV. Tapi paling tidak ini peringatan bagi kita untuk lebih selektif, atau istilahnya @Andiana, diet koran dan TV.

Bersyukurlah kita hidup di jaman globalisasi 3.0. Jaman yang memungkinkan setiap orang untuk memuat dan mempublikasikan suatu informasi. Beda dengan jaman dulu, hanya pemerintah dan perusahaan yang bisa melakukannya.

Jaman globalisasi 3.0 bikin setiap orang mengunggah informasi agar bisa dibaca orang lain. Kita bisa unggah informasi mulai sepanjang 140 karakter melalui twitter kita. Kita juga bisa posting blog, unggah foto & video, terlibat pembuatan ensklopedia seperti wikipedia.

Bahkan gak tanggung-tanggung, ensklopedia yang disusun oleh sukarelawan bisa mengalahkan ensklopedia Encarta yang dikerjakan tenaga profesional yang dibayar Microsoft.  Globalisasi 3.0 adalah jaman kekuatan individu dan komunitas.

Apa artinya globalisasi 3.0? Kita punya kebebasan menciptakan dan memilih sumber informasi sendiri melalui media internet yang relatif gratis. Kita punya kuasa sebagai konsumen untuk memilih. Kita punya kuasa sebagai produsen untuk menciptakan berita. Sayang, kesempatan ini belum banyak dimanfaatkan.

Hanya ada 4.883.228 pengguna twitter di Indonesia. Mengapa twitter? Twitter adalah jejaring informasi, media untuk mendapatkan dan menciptakan informasi. Hanya ada, 4.13.861 blog di Indonesia, dan hanya 32,67% yang diperbarui isinya dalam 3 bulan terakhir. Mengapa blog? Blog adalah media untuk mengunggah informasi untuk menjadi berita. Data lengkapnya di http://slidesha.re/lQOkr6

Apa artinya? Belum banyak yang memanfaatkan kedua media itu sebagai alternatif sumber informasi. Belum lagi berapa banyak yang memanfaatkan teknologi podcast? Walau tidak ada datanya, aku yakin jauh lebih kecil.

Bagaimana memanfaatkan twitter, podcast dan blog untuk mendapatkan informasi alternatif? Penggunaan twitter sudah banyak kubahas seperti di Twitter untuk Pemula dan 7 Jurus Mengembangkan Twitter. Tinggal pinter-pinternya kita memilih untuk follow siapa. Followlah akun yang optimis seperti @GNFI dan @bukik (muahahaha narsis…..biarin)

Apa itu podcast? Serangkaian informasi audio atau video dalam file mp3/4 yang disiarkan secara berkala. Paling mudah berlangganan podcast itu dengan menggunakan iTunes.

Aku sendiri berlangganan 2 podcast yaitu TED.com dan BusinessWeek.com. TED.com adalah sebuah forum berbagai ide berharga dari orang-orang hebat dari berbagai penjuru dunia.Upaya memantau TED.com akan membuat kita mendapatkan ide inovatif terbaru. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia.

Kalau hadir langsung di forumnya kita harus bayar sekian dollar, tapi untungnya ada video gratis yang bisa kita unduh dan bahkan kita bisa langganan melalui podcast. Berita baiknya, kita bisa memilih teks berbahasa Indonesia.

Gimana cara langgananya? Masuk ke TED.com, terus ke kanan paling bawah. Nanti kita akan menemui tulisan Get TEDTalks via RSS Feed dan klik. Kemudian cari tulisan, Add to iTunes, begitu diklik maka video itu akan masuk dalam iTunes kita. Tinggal mau di perbarui otomatis, berkala atau manual. Langganan TED.com sebenarnya juga bisa twitter di @TEDNews atau @TEDTalks.

Sumber informasi lain yang patut menjadi alternatif adalah blog. Blog menarik karena berita yang ditampilkan seringkali berasal dari sudut pandang yang berbeda dengan arus utama (mainstream). Blog adalah ruang aspirasi warga biasa alias kebanyakan kayak kita-kita ini.

Banyak blog yang dikelola secara serius oleh penulisnya, seperti Inijie.com, blog kuliner, BennyChandra.com, blog musik dan Media-Ide.com, blog media sosial & brand. Berlangganan ketiga blog itu akan membuat kita mendapatkan informasi alternatif yang tidak banyak tampil di media konvensional.

Blog Bukik.com sendiri akan dikelola lebih serius. Terbukti dengan adanya permintaan “Masukan untuk Bukik.com” sehingga bisa lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera pembacanya.

Gimana caranya berlangganan blog? Masuk ke blog, cari kotak yang menawarkan update blog melalui email. Contohnya di Bukik.com ada di sebelah kanan atas. Tinggal ketik email kamu dan klik pada “Daftar” dan informasi terbaru dari Bukik.com akan setia mengunjungi inbox email kamu.

Gak perlu ragu langganan, semua gratis kok. Bisa langsung klik di “Daftar Sekarang”.

Perhatikan kotak kanan bawah

Ada cara atau sumber informasi alternatif lain agar kita tetap optimis? Sharing di komentar ya

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

40 Comments Post a comment
  1. Ide diet koran dan TV sepertinya sedang dibutuhkan banyak masyarakat kita. Itu yang dari berita2, apalagi dari sinetron yang semakin gak jelas. Banyak ibu2 dikampung sudah kecanduan sinetron2 yang mengajarkan pragmatisme.

    03/09/2011
    • Ayo bikin gerakannya……

      03/09/2011
  2. Betul…media sekarang mengopinikan fakta dan memfaktakan opini. Kayaknya sejak kuliah juga sudah gak pernah nonton TV, secara di kost gak bawa TV hehehe… Intensif sih Sejak tahun 2002 (sejak punya anak) benar-benar pilih acara yang bisa ditonton anak. Salam kenal ya @bukik, dari http://testsidikjari.blogspot.com. ( Masih harus belajar banyak dari @Bukik)

    15/08/2011
  3. mantap! sy setuju … nonton tv dan baca koran cuma bikin pusing karena isinya sering bikin kita badmood aja terutama soal kurupsi berjamaah yang semakin gila
    sy cuma nonton film buat hiburan saja …

    salam kenal. blog nya bagus nih

    10/08/2011
    • Wah harus diet berat nih hehehehe
      Terima kasih buat kunjungan dan komentarnya

      10/08/2011
  4. Ijin komen boss, bukan soal Diet tv n koran soalnya. Yang di atas ane lebih canggih2.

    Salut! Wah!!! keren….. dalam bikin artikel dan kolaborasi sama promo personal branding. Alurnya alus….

    Kapan nie boss adakan pelatihan menulis dalam soc med untuk promosi? baik itu di blog-twitter-FB-dll. Highly interested😀
    Makasi

    Selamat berbuka puasa

    #ngabuburitblogvisite

    08/08/2011
    • Belum ada yang mau repot jadi panitia hehehehe

      08/08/2011
  5. z19un #

    tergantung kita bisa menyaringnya,,,,,,

    06/08/2011
  6. Gw juga dulu candu bgt sama tv terutama acara musik terutama lagi MTV, tapi sejak MTV gak terlalu mendominasi mulai berkurang. Dan yg selalu harus dihindari adalah sinetron dan gosip2. Dan acr tv yg gak boleh lewat adalah berita dan jalan-jalan ssi dengan blog gw hehehehe (narsis juga)

    06/08/2011
    • Setuju, diet media kan

      06/08/2011
  7. jadi inget film “DieHard 4”, ada kata kata disana yang bmenegaskan kalo berita yang dimuat di TV ataupun media lain dibuat untuk membuat pembacanya khawatir dan membeli produk produk tertentu…

    nice share…

    06/08/2011
    • Muahahahaha jadi ujung-ujungnya tetap uang ya?
      Padahal langganan koran dan tv itu pembaca yang bayar. Mengeluarkan uang untuk lebih mengeluarkan uang?

      06/08/2011
  8. Someone #

    Saya kurang spendapat, bagaiamanpun TV dan koran harian adl media bagi sebagian besar masyarakat utk mendapatkan informasi, apapun itu, positif atau negatif. Tergantung pribadi masing2 utk mencerna dan mengambil hikmahnya. Lagian Indoensia tak sperti negri barat yg masyarakatnya sdh melek internet. Masih sedikit masyarakat yg menggunakan internet secara rutin, kalaupun sering, itu hny utk membuka situs jejaring sosial. Lagian kalau bagi saya pribadi, membaca dan membolak-balik halaman koran di pagi hari punya sensasi tersendiri. Mebaca rangkaian kata dengan bau khas kertas koran. Ini cuma pendapat saya lho. Nice posting, smg kedepan lbh baik. Salam.

    06/08/2011
    • Kekuatan media tidak bisa diserahkan pada individu masing-masing. Kekuatan media itu mendikte, memberikan informasi tertentu dan tidak memberikan informasi yang lain.

      Kalau cermat membaca posting ini, sebenarnya sama dengan pendapatmu. Harus diet, selektif. sekaligus menawarkan sumber/media alternatif lain yang bisa diakses.

      Terima kasih buat komentarnya

      06/08/2011
  9. kata siapa TV berakibat buruk? buktinya TV bikin aku lebih pinter. tiap kali TV nyiarin gosip, sinetron, sama berita2 lebay, aku milih buat matiin dan baca buku, hehehe.

    aku pribadi sih pak, mgkn ga bisa ngurangi jatah nonton TVku yang emang sudah sedikit (acara koper ransel, masterchef, dan bola bola bola, hehehe). Dulu bgt pernah kecanduan TV bgt dan ketika aku memutuskan selektif nonton tv dengan cara rutin matiin acara gosip dan sinetron, ternyata lebih enak dan lebih lega.. ya ternyata yg dibutuhkan memang kesadaran dan kemauan buat ngontrol diri dari hal-hal negatif, kalau ada acara “jelek” ya tinggal matiin TV, kita bossnya.

    Cuma yang miris emg, berita-berita mulai bergeser dari “menyajikan fakta” menjadi “menggosip”, jadi ya, mgkn memang saatnya bersikap selektif juga sama berita + koran, paling penting adl berhenti bersikap pesimis dan mulai berbuat sesuatu yang lebih baik buat bangsa (diucapkan dengan serius)

    03/08/2011
    • Wah komentar panjang yang menarik. Poin yang perlu dicatat: kita bossnya

      04/08/2011
  10. kalo blog Rusa sih baru masih cerita2 ttg Rusa sendiri, blom ke arah serius yg seperti bapak sampaikan😀

    03/08/2011
    • Iya kakak rusa sdh harus punya ciri dan bidang peminatan yang fokus *ngomongkedirisendiri

      03/08/2011
  11. haha.. Aku gak suka nonton tivi, banyak iklannya.. Mending nonton dvd *ups* bukan gitu sih, tivi bikin kita mono.. Yang ada nontoninnn mulu.. Dua tahun blakangan kecanduan ngetwit & ngeblog, untungnya dampak sejauh ini bagus. Memperluas koneksi & update info terbaru lebih guampangggg🙂

    02/08/2011
    • Muahahaha iya tv dan koran itu kita yang bayar tapi malah kita yang dijejalin ya. Ayo ngetweet dan ngeblog aja……sudah daftar Bukik.com?

      02/08/2011
  12. jk #

    Judul yg menarik bung. Saya setuju poin untuk mengurangi menonton TV, selain karena acaranya mulai kurang mendidik seperti sinetron, sebagian besar acaranya kurang kreatif.
    Tetapi untuk poin yang mengurangi membaca berita dari koran tampaknya saya kurang sependapat. Masih ada koran yg memberikan informasi yang menarik dan berkualitas seperti tempo.

    02/08/2011
    • Oh saya harus meluruskan, yang saya maksud koran adalah harian umum. Majalah memang masih banyak pilihan positif. Demikian. Terima kasih sudah berkomentar

      02/08/2011
  13. Mulai sekarang aku janji mau berhenti Baca TV dan Nonton Koran ..!!

    02/08/2011
    • Muahahahahahaha

      02/08/2011
  14. Hmm,, aku juga udh jarang nonton tv dan baca koran. Klo nonton tv seh lebih karena gak mau yak, klo koran lebih karena gak sempat, hiyaa😛

    Media utk tetep optimis lain menurut aku buku seh. Ya walaupun perlu dengan pemilihan yang tepat. Tapi menurut aku telah banyak buku2 yg bagus dan menggugah pemikiran kita.🙂

    02/08/2011
    • Buku apa yang bagus dan menggugah?

      02/08/2011
  15. Sangat sepakat dengan judul artikel ini.
    Sejumlah riset empirik membuktikan betapa media punya pengaruh besar untuk membangun/mematikan level optimisime audiens.

    Sejak empat tahun silam, saya nyaris tidak pernah menonton lagi televisi domestik; kecuali pas ada siaran langsung piala dunia dan piala eropa.

    02/08/2011
    • Wah diet media juga ternyata. Iya sama, kalau nonton bola itu masuk agenda utama.
      Terima kasih buat kunjungannya

      02/08/2011
  16. semoga ada pengembangan yg lebiH bAIk.

    02/08/2011
    • Amiiiiiin…..

      02/08/2011
  17. Agar selalu optimis sy selalu baca timeline para motivator yg saya masukin ke list coach🙂
    Dan selalu awali hari dg baca buku pengembangan diri

    01/08/2011
    • Motivator siapa yang keren timelinenya? Sharing dong….siapa tahu berguna juga buat pembaca yang lain

      02/08/2011
  18. Sharing aja ya soal TV. Aku tidak menonton TV mungkin sudah sekitar 4 tahun lebih, alasannya mengurangi produktivitas. Namun sesekali di ruang tunggu bandara atau di hotel aku menonton TV, terutama jika ada fasilitas TV berlangganan yg memungkinkan aku bisa memilih progam yang bagus & bermanfaat. Aku sendiri tidak berlangganan TV kabel karena takut mengganggu produktivitas. Lantas meski aku memutuskan tidak nonton TV (baca TV Indonesia), aku tidak serta merta menganjurkan orang-orang melakukan hal yg sama, sebab siapa tahu mereka malah dapat manfaat tentu dari versi mereka sendiri. Paling banter aku cuma bisa menyerukan stop watching TV, get hobby, maksudnya ya jadilah produktif jangan menghabiskan waktu di depan TV terus menerus. Soal pesimis optimis, IMHO tergantung ama yang ditonton apa sih. Kalau melihat rating, tayangan yang ratingnya tinggi rata-rata adalah tayangan hiburan, jadi mungkin malah happy ya, bukan pesimis.:)

    01/08/2011
    • Wih 4 tahun membatasi nonton tv. Jempolan….. Itu yang kumaksud dengan diet nonton tv. Jadi sama seperti diet makan. Kita selektif dalam memilih makanan.
      Soal pesimis atau optimis, ada cara simpel untuk ngukurnya di posting diatas. Setiap orang bisa cek sendiri.

      02/08/2011
  19. Ben #

    Sebenarnya blog saya yg itu tidak diarahkan khusus soal musik saja sih, tapi thanks atas penghargaan Om Bukik🙂

    01/08/2011
    • Setuju, tapi aku pribadi suka ulasan musiknya *ngeles
      Yang jelas juaralah untuk review musiknya. Posting yang lain juga keren. Termasuk ketika dulu kampanye melawan bisnis online yang gak bener

      01/08/2011

Trackbacks & Pingbacks

  1. Cipta Media Bersama, Mencipta Media untuk Anak Indonesia | themanagers.org
  2. Faktanya, Uang itu Menumpulkan Kreativitas | bukik ideas
  3. Cipta Media Bersama, Mencipta Media untuk Anak Indonesia | bukik ideas
  4. Twitted by lannaspartan

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: