Skip to content

Kisah Keelokan Batik Madura

batik madura.001

Dari pelosok kembali ke pelosok. Begitulah judul perjalanan hidup Riana Dwie Yuliani. Umur 1 tahun pindah ke Papua. Sekarang, tinggal di sebuah desa di Pamekasan Madura. Tapi dengan internet, ia membawa Batik Madura melintasi benua.

Sekitar 1 tahun, sang ayah yang berdinas di Departemen Transmigrasi membawanya tinggal di Papua. Berkenalan dengan malaria mulai dari Nimbokrang, 3 jam dari Sentani, hingga Koya Barat. Sang Ayah meninggal ketika Riana berusia 8 tahun. Bersama ibu, seorang kakak dan adik, ia tetap tinggal di Papua walau sekeluarga hidup terpisah.

Setelah menyelesaikan SMA-nya, Riana melanjutkan kuliah di Jawa, tepatnya di Unair.  Pernikahan dengan kakak angkatan, membawanya kembali hidup di  desa Panaguan, Larangan, Pamekasan Madura.

Tinggal di pelosok bukan berarti harus berwawasan sempit atau tidak terampil memanfaatkan teknologi. Riana yang kagum dengan keelokan Batik Madura bisa melihat kemungkinan di masa mendatang. Ia melihat ada peluang bisnis yang bisa dimanfaatkannya. Ada banyak pengrajin batik di Pamekasan sehingga tak heran Pamekasan mendeklarasikan diri sebagai kota batik.


Batik Madura memang khas, baik motif maupun warnanya. Warna batik madura itu berani dan menggetarkan. Dalam sebuah kain batik bisa terdapat dua atau lebih warna yang berpadu secara elok. Motif batik madura memiliki kisahnya masing-masing, sebagian diambil dari motif tumbuhan, hewan serta motif kombinasi hasil kreasi pembatik sendiri.

Tapi bagaimana bisa berbisnis Batik Madura? Peminat Batik Madura cenderung memilih berbelanja di Bangkalan, yang relatif terjangkau dari pada harus jauh ke Pamekasan. Sementara, Riana tidak bisa melakukan perjalanan jauh mengingat ketiga anak yang harus diurusnya.

Ia terpikir untuk menggunakan internet khususnya facebook sebagai medianya untuk menjalankan bisnis. Tapi itu pun tidak mudah, akses internet di rumahnya adalah barang langka. Beberapa tahun belakangan, akses internet bisa menjangkau rumahnya.

Bermodalkan uang tabungan 10 juta, akhirnya Riana mulai merintis bisnis batik madura. Semuanya batik tulis, hasil karya pengrajin batik. Setelah berdiskusi dengan beberapa orang akhirnya ia menamai usahanya Batik Madura Raddina.

Ia membuat akun Pages Facebook Batik Madura Raddina dan menawarkan Batik Madura mulai dari saudara, teman hingga orang-orang yang berminat dengan batik di Facebook. Sekarang, anda juga bisa follow twitternya @BatikRaddina.

Langkahnya mendapat respon bagus dari banyak orang. Bisnisnya mulai berjalan dan ia mendapatkan sedikit pemasukan. Tips menariknya adalah Riana tidak asal tag orang lain ke foto batiknya. Ia mengirim pesan terlebih dahulu, bila berkenan ia akan men-tag orang tersebut.

Penggunaan internet dan media sosial membuat Riana bisa memperpendek jalur distribusi batik dari pengrajin ke pembeli. Karena itu, Riana cenderung berani membeli batik dari pengrajin dengan harga yang lebih pantas.

Herannya, upayanya ini mendapat respon yang membingungkan, pengrajin tetap ingin harga lama yang lebih rendah. Akibatnya, Riana harus menjelaskan kepada para pengrajin akan kebanggaan dan penghargaan akan karya mereka.

Sekali lagi pelosok tidak membuat wawasan orang menjadi sempit. Riana melihat ada beberapa perempuan di sekitar rumahnya yang cukup terampil menjahit. Walau demikian, mereka tidak produktif karena tidak ada bisnis yang membutuhkan keterampilan mereka. Selain itu, mereka juga tidak berani membuka usaha sendiri.

Seorang karyawan menangani Facebook

Riana pun mengajak mereka bergabung dan memperluas usahanya menjadi jahit online. Hebatnya, peralatan jahit online ini berasal dari keuntungan berbinis Batik Madura selama setahun sebelumnya.

Ia mendidik para perempuan itu agar bisa memenuhi standar kualitas yang ditetapkannya. Riana memberi mereka kain batik untuk dijahit menjadi baju. Setelah selesai, baju itu di periksa sekaligus menjadi ajang pembelajaran. Latihan ini butuh beberapa kali sebelum mereka bisa menjahit untuk pesanan bisnis jahit online.

Bisnisnya mulai berjalan sehingga ia harus menggunakan ruang tamu rumahnya sebagai workshop sekaligus kantor Batik Madura Raddina. Sekarang, bahkan karyawannya yang lulusan SMA telah mampu mengoperasikan Facebook untuk melayani kebutuhan pelanggan.

Bagi Riana, bisnis itu berbagi dan belajar. Para karyawan tidak sekedar mendapat gaji tapi juga mendapat bonus dari prestasi mereka. Riana mengajak dan menantang karyawannya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka.

Usaha Riana berjalan cukup menjanjikan. Pesanan tidak hanya datang dari Indonesia, tapi juga dari luar negeri. Tercatat ia telah melayani pesanan dari Australia, Belanda, Kanada, dan Swiss. Internet dan media sosial bisa menjadi media untuk membawa keelokan Batik Madura ke 3 benua.

Mengukur kain sebelum dikerjakan dirumah

Walau demikian, Riana masih mempunyai cita-cita yang belum tercapai. Pertama, ia ingin memberikan pendidikan menjahit kepada lebih banyak orang di sekitarnya. Sehingga, dampak ekonomi dari bisnisnya bisa dirasakan lebih luas. Kedua, ia ingin mendokumentasikan motif batik madura agar lestari dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Bagaimana komentar anda tentang keelokan Batik Madura Raddina ?

Silahkan beri komentar tentang motif Batik Madura Raddina | Satu komentar terunik akan mendapatkan 1 potong Batik Madura Raddina | Komentar ditunggu sampai 30 Juli 2011 pukul 23.00 WIB.

Ini foto kadonya

Pemenang telah ditetapkan, baca di Hadiah di Ulang Tahun. Dengan ini kuis ditutup. Terima kasih.

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

22 Comments Post a comment
  1. Selamat , dan sukses selalu batk indonesia, batik madura, batik pekalongan, batik solo , batik jogja. Mari kita tingkatkan nasionalisme dengan memakai baju batik

    21/04/2012
  2. Isti #

    Malam minggu yang penuh berkah Om Bukik….dimulai dengan ketertarikan terhadap pp salah satu friend bbm…4 helai batik cantik dengan warna ceria…cerah…merekaaah….:)) Pintar sekali si empunya pp memasang pp-nya malam itu. Saya lgs PING dan ternyata ketiganya masih available…saat pertama kali melihat, dalam hitung detik sudah ada rencana terhadap 3 batik cantik itu….1 untuk saya dan 2 lainnya sahabat saya…(moga gak berubah pikiran…hihihihi…cantik sih! ). Dari transaksi malam itu, pada akhir transaksi saya menitipkan salam saya untuk sang ‘owner’ dengan embel2 kata terakhir memberi informasi di luar batik ternyata riana dan saya 1 profesi (kebetulan yang indah…hehe).Eh….ternyata beliau yg menjawab bbm saya…sang owner sendiri….beruntungnya sayaaah, Yeay! Percakapan makin menyenangkan, buat saya tepatnya….:D Sampai kemudian saya ungkapkan, bahwa saya mengenal Batik Raddina dari blog Om Bukik….dan pada 3/4 percakapan kami, ternyata diketahui Riana adik kandung Om Bukik yaaaaaaaaah……hayoooo ngakuuuuuu…..*Nyengirlebar*. Yeay 2 kali! Kebetulan ini….membuat malam minggu saaayaaaah bertambah indah…..*perasaansayaahinimaaah*. Alhamdulillah…saya berkesempatan mengenal orang-orang baik dan belajar dari mereka…via social media…dan BB…(sepanjang ini bb dianggap bikin org suka ngerumpi, padahal dg bb saya belajar menulis dan dari tulisan saya yg hanya beberapa karakter yang membacanya bisa ketawa…hehehehe). Terimakasih Allah…Terimakasih Om Bukik….untuk jalan yang dibentangkan….Sukses ya Om…..kali ini *senyummanis* Warm Regards….’Isti’

    15/01/2012
  3. Isti #

    Yeay! Aku penggemar batik madura, warnanya yang berani dapat mempengaruhi suasana hati yg tadinya ‘murung’ menjadi ceria….hehe….Ini kyknya aku aja kali yaaaah…Apapun setelah membaca tulisan ini, jatuh cintaku pada batik Madura ternyata bukan hanya feeling-ku tapi catatan cantik yang sudah Om Bukik tulis…membuat Aku Makin Cinta, Batik Madura…..:D

    17/12/2011
  4. Wah aku baru baca.. Salut. Bagus, pak/

    08/11/2011
  5. bisnis yang menjanjikan, disamping menguntungkan juga turut melestarikan budaya indonesia

    01/11/2011
  6. pukul 23.01, tanggal 30 Juni 2011 batik merah di atas akan menjadi milikku!

    30/07/2011
  7. Wah masih perlu di komen neh batiknya? Uda buat aku aja satu😛

    30/07/2011
  8. “Ada banyak pengrajin batik di Pamekasan sehingga tak heran Pamekasan mendeklarasikan diri sebagai kota batik.”

    sumpah tadi saya kaget bgt baca kalimat tersebut.
    sehingga seolah-olah kota Jogja, Solo dan Pekalongan pun jd pada ikut kaget bersama-sama saya… ahahahaha…

    kaget karena merasa kecolongan!
    kaget karena merasa keduluan!
    kaget karena merasa kalah start, karena kota Pamekasan telah duluan mendeklarasikan diri (baca: city branding) sebagai kota batik. edyan euy! ahahahaha…

    satu kata utk Batik Madura Raddina, s a l u t !

    30/07/2011
  9. Batik itu Indonesia, dan sangat mirip dengan kultur negara Indonesia. Motifnya bermacam-macam, Jogja, Solo, Pekalongan, Kalimantan dan tentu saja Madura memiliki ciri khas tersendiri, namun tetap saja, ketika orang menyebut kata ‘batik’ pastilah yang terbayang adalah Indonesia.

    30/07/2011
  10. Halo semua! Apa kabar para penggemar dan pecinta Batik Indonesia,

    Perkenalkan sebelumnya saya merupakan mahasiswa yg juga merupakan pecinta kebudayaan bangsa, terutama batik dan angklung.

    Untuk menanggapi batik Raddina dari Madura ini, saya sekali lagi bersyukur. Karena tentu saja motif dan kebudayaan Indonesia yang beragam, dan tersebar dari Sabang sampai Merauke memiliki suatu ‘keunikan’ yang berbeda serta tentunya sangat menarik.

    Pada saat ini saya juga sedang melakukan usaha ‘kecil2an’ yakni dengan mendistribusikan batik yang pada saat ini masih berasal dari pekalongan (yg katanya paling bagus). Nah, batik yg saya distribusikan tersebut merupakan hasil desain dari kawan saya, FSRD ITB (Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB). Sungguh menarik, karena disana motifnya merupakan pesanan dari kami anak Teknik Penerbangan ITB. yaitu bermotif pesawat!

    Sungguh penasaran apabila motif tersebut dapat dibuat dan berasal dari batik Raddina, madura. Sehingga akan tampak jelas perbedaan keunikan diantara keduanya. Dan saya yakin keduanya akan sangat baik, karena merupakan produk hasil karya anak bangsa.

    Apakah bisa dilakukan kerja sama seperti itu dg Batik Rabina? Karena saya sangat tertarik dengan keunikan motif yg saya lihat dari batik Madura. Sukses selalu untuk kebudayaan batik bangsa Indonesia!

    Salam Terbang Mengangkasa,
    Terus Bangkit Meningkatkan Kualitas Bangsa!

    Saladin Siregar

    30/07/2011
  11. Batik Madura Itu Khas, motifnya beda dr Batik Jogja atau solo.
    Sebagai orang awam aku meliat Batik madura lbh kaya dgn warna dan bermain dengan warna cerah, motif Titik dan Bunga banyak dipakai.
    Salut dgn perjuangan si Ibu, tinggal di Daerah bukan alasan untuk gk bisa Maju.
    Sukses Terus Batik Ramadina, melestarikan budaya bangsa.
    Kak Bukik Selamat Ulang Tahun ;-)Batik Madura Itu Khas, motifnya beda dr Batik Jogja atau solo.
    Sebagai orang awam aku meliat Batik madura lbh kaya dgn warna dan bermain dengan warna cerah, motif Titik dan Bunga banyak dipakai.
    Salut dgn perjuangan si Ibu, tinggal di Daerah bukan alasan untuk gk bisa Maju.
    Sukses Terus Batik Ramadina, melestarikan budaya bangsa.
    Kak Bukik Selamat Ulang Tahun😉

    30/07/2011
  12. Banyak yang bilang batik pekalongan paling bagus, tapi batik madura menurutku juga unik. Corak dan warnanya sangat berbeda, sangat patut untuk dijadikan koleksi🙂

    29/07/2011
  13. Saya bukan pecinta batik yang heboh, tetapi melihat batik madura sebagaimana motif yang ditampilkan disini memberikan sudut pandang & kelas tersendiri. Saya melihat bahwa motif yang ditampilkan misalnya: daun & bunga, hal yang sangat sederhana, rapuh tetapi memancarkan keindahan dan timbul rasa tidak ingin kehilangan moment karena umur daun & bunga itu hanya sebentar, kemudian layu & tersapu angin.
    Eksklusif dari motif, kekuatan warna tetapi mampu merakyat, agar kita bisa jadi tuan rumah di kampung kita sendiri.
    Keren sangat, om Bukik.

    29/07/2011
  14. Saya juga sudah mempunyai batik madura, jujur saya ingin memberikan informasinya kepada pak bukik, yang terlihat semangat sekali memasarkan batik madura kepada masyarakat luas, namun saya belum sempat, kedepannya pasti saya informasikan ke pak bukik.

    Batik madura yang saya miliki, Menurut saya itu simple, coraknya tidak terlalu rumit berkombinasi warna dasar biru, dan pemanis abu-abu dan merah. Untuk bahan atau kainnya sudah lumayan, tidak panas ketika dipakai.

    Semoga saja bisa go internasional saja deh, jadi lebih bangga nanti ketika memakainya..😀

    29/07/2011
  15. raddin, dalam bahasa madura berarti cantik,indah. semoga batik raddina bisa menjadi sebuah afirmasi kepada dunia dan indonesia bahwa madura, tidak hanya dikenal sebagai pulau kecil penghasil garam saja, tetapi juga memiliki kecantikan serta nilai estetika yang tinggi.
    sukses buat batik raddina, semoga karyanya semakin raddin.

    29/07/2011
  16. Hohohoho aku baru baca postingan ini… bagus pak..

    28/07/2011
  17. Batik Madura terkenal dengan prestisiusnya, jaman dulu orang jarang pake batik madura karena batik madura memang untuk kalangan menengah keatas, batik madura dengan kualitasnya menyebabkan harga yang tinggi.

    tapi sekarang batik madura sudah merakyat, setiap orang sudah pakai batik, Siswa Sekolah sudah diwajibkan memakai batik untuk hari-hari tertentu di pamekasan.

    pemerintah daerah sudah membuat pasar sentra batik, pamekasan sudah menjadi kota batik🙂

    Semoga batik madura dapat berkembang terus dan dikenal luar dunia.

    28/07/2011

Trackbacks & Pingbacks

  1. posting blog te… « daritirta
  2. 17 Tipe Posting Blog | bukik ideas
  3. 5 Manfaat Terlibat dalam Sebuah Kompetisi | bukik ideas
  4. Hadiah di Ulang Tahun | bukik ideas
  5. Nasional.is.me oleh Pandji | bukik ideas

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: