Skip to content

#SelamatkanAnakBangsa : Mari Bercerita

bercerita damai

Ancaman paling berbahaya terhadap anak kita bukanlah yang besar dan jauh disana, tapi justru yang kecil dan dekat dengan kita. Sesuatu yang akrab dan kita anggap wajar ada dalam kehidupan kita. Contoh? Televisi. 

Televisi bisa jadi masuk dalam daftar belanja pasangan muda yang baru menikah. Bahkan masih bujang pun bisa jadi televisi masuk daftar belanja isi rumah. Rumah tanpa televisi bagi kebanyakan orang justru tidak wajar.

Begitu televisi masuk dalam rumah, maka ada berbagai peran yang dimainkan televisi seperti media informasi dan hiburan.

Istilah vulgarnya, kita tinggal lempar tubuh ke sofa dan sisanya akan diselesaikan oleh televisi sampai berjam-jam kemudian.

Dalam keluarga pun, televisi seakan menjadi peran pengganti orang tua yang telah terlalu lelah berinteraksi dengan anak. Televisi dinyalakan, anak asyik menonton, orang tua bisa melepas penat. Boro-boro mendampingi dan menjelaskan berbagai hal yang disiarkan di televisi.

Ada pihak ketiga dalam keluarga, orang tua, anak dan televisi. Biasanya pihak ketiga lebih menggoda perhatian.

Peringatan! Jangan biarkan televisi diam-diam merenggut anak dari pelukan anda….

Mungkin ada orang tua yang berteriak, “Tapi bagaimana? Kenyataannya, kami memang lelah bekerja. Kenyataannya, kami lakukan semua demi keluarga. Kenyataannya, pekerjaan menuntut dan menguras energi. Kenyataannya, kami butuh istirahat”.

Apa ide simpel untuk #SelamatkanAnakBangsa?

Bercerita!

Bercerita efektif membangun kelekatan emosional antara orang tua dan anak. Mengapa? Bercerita melibatkan emosi anak, interaktif yang mengikat perhatian anak, dan tentunya, menyenangkan.

Tapi kami bukan pencerita?

Setiap orang itu pencerita. Kita bercerita di mana saja, kampus, kantin, meja kerja, dimana saja. Kuncinya, berceritalah penuh semangat

Tapi kami tidak punya cukup waktu?

Orang tua cukup meluangkan waktu 30 menit dalam sekali bercerita. Bisa setiap malam, bisa dua malam sekali, atau sekurangnya seminggu sekali.

Kami harus bercerita apa?

Banyak sumber cerita di sekitar kita, bisa dari pengalaman, buku bacaan, majalah, internet. Bahkan lebih simpel lagi, unduh podcast cerita anak Indonesia Bercerita, kemudian putar dan dengarkan selama perjalanan pulang. Sampai rumah sudah siap sebuah cerita hebat.

Pengalamanku sendiri, aku bercerita ke Damai dengan menggunakan dua jagoan andalan, Jempi (alias jempol) dan Keling (alias keling). Jempi dan Keling ini yang bercerita ke Damai.

Penokohan ini membuat aku bisa bercerita dengan atraksi nyeleneh. Mengapa? Karena yang bercerita itu Jempi dan Keling. Jadi, sosokku sebagai bapak tetap terjaga kewibawaannya (hueeeek….pada muntah semua ya?…..sodorin ember)

Entah aku yang terlalu baik hati atau Damai yang terlalu aktif. Begitu aku bercerita, Damai ada saja tingkahnya. Ia melibatkan diri dengan memberikan ide, bertanya, sampai ikut memperagakan jalan ceritanya.

Mungkin cerita kita tidak sehebat dibanding film di televisi. Tapi pola interaksi yang menyenangkan dalam bercerita tidak akan terganti oleh apapun.

Mari tetap jadi orang tua bagi anak-anak kita. Mari Bercerita….

Teman-teman punya ide untuk Selamatkan Anak Bangsa? Ayo menulis…. Petunjuknya ada di #SelamatkanAnakBangsa

Klik untuk Langganan Bukik.com Melalui Email

5 Comments Post a comment
  1. Oline #

    Sekian lama menyimak di twitter baru kali ini baca mas Bukik nulis disini…:)
    Dukung banget gerakan ini walau aku blum punya anak…tapi kerasa sekali kita yg dulu kecil di-dongeng-in memang jadi lebih kreatif karena sarat imajinasi dari berbagai cerita yg “nempel” di memori, jadi lebih tahan banting juga🙂

    Di luar itu juga benar ada relasi antara kita dan pendongeng…berhubung dl yg dongeng kakak2 sepupu yg beda umurnya 15-20 tahun jd sampai sekarang kita akrab sekali🙂

    27/07/2011
    • Terima kasih sudah berkunjung. Iya setuju manfaat dongeng bisa menjadi kreatif. Ayo bercerita

      02/08/2011
  2. ahh… Jamanku kecil ga penah di dongengin😥 malah di dongengin guru ngaji ..

    26/07/2011
    • Lah didongengin guru ngaji iku opo gak pas awakmu cilik?

      02/08/2011
      • duh deh imee ini gemesin.. sini om dongengin.. #eaaa

        10/08/2011

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: