Skip to content

#IndonesiaJujur: Menjadi Waras, Nyanyikan Hio

Sesungguhnya ada banyak orang kecil yang memilih jalan lurus, jalan kejujuran. Pak Waras, Korban Lapindo mengembalikan kelebihan pembayaran ganti rugi sebesar Rp. 429 juta kepada  PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ). Terakhir ini, Ibu Siami memilih jalan kejujuran yang berakibat pengusiran dari rumahnya sendiri. Ada apa dengan negeri ini?

Siapakah Pak Waras? Seorang petani yang sawah dan rumahnya tenggelam oleh Lumpur Lapindo. Dua dari 3 anaknya jadi pengangguran karena pabrik tempat kerja mereka bekerja tenggelam oleh Lumpur Lapindo. Saat itu, Pak Waras tengah menanti 20% ganti rugi uang pembayaran lahannya, 2.440m persegi senilai Rp. 56 juta. Tapi Pak Waras jadi panik ketika mengecek rekeningnya, ternyata ada uang Rp. 486 juta.

Pak Waras langsung tidak enak tidur, tidak enak makan. Begitu pula seluruh keluarganya. Harusnya dengan uang Rp. 486 juta, Pak Waras bisa berbuat banyak untuk keluarganya. Tapi ditengah penderitaannya, Pak Waras masih memilih jalan kejujuran. Dikembalikan kelebihan Rp. 429 juta. Kisah yang WOW! ditengah krisis kejujuran pada pejabat dan DPR kita. Kami waktu itu memasukkan kisah ini sebagai 1 dari 7 Keajaiban Indonesia Impian.

Sesungguhnya, masih banyak warga-warga teladan di Republik ini. Waras adalah salah satunya. Sayang, teladan-teladan itu tidak menjadi perhatian bagi kita semua. Nilai kejujuran tidak lagi menjadi prioritas.

Pejabat pemerintah dan DPR justru memperagakan akrobat-akrobat yang diragukan kejujurannya oleh rakyat. Sistem pendidikan tak lagi membangun karakter kejujuran pada murid, lebih mengutamakan hasil akhir. Bahkan, banyak anak TK jadi lebih baik mewarnai bunga sesuai arahan guru dari pada sesuai dengan kata hati.

Nyonya Siami

Tak heran kalau pelaku kejujuran justru menjadi musuh bersama. Jujur adalah kegilaan di tengah jaman edan ini. Demikian pula, nasib Ibu Siami yang melaporkan kecurangan ujian nasional di sekolah sang anak. Tindakannya justru memancing kemarahan warga masyarakat, dihujat dan diusir dari rumahnya sendiri. Ibu Siamin pun terpaksa mengosongkan rumahnya.

Apa alasan dibalik pengusiran Ibu Siami oleh warga? Dalam berita Jakarta Post, Community is sick’, exam cheating seen as normal, ada kutipan opini warga tentang tindakan Ibu Sriami:

“We are angry at Sia for reporting the case while in a number of regions in Indonesia, cheating is common practice,” Yati Oktafiana, one of the protesting parents who advocates cheating. 

Sri Wahyuningsih, another parent, said they were angry because Sia did not consider the fate of students who would have failed the exams. “It’s embarrassing if my child does not pass the exam. It is better to let him cheat rather than fail,” she said.

Bagaimana dengan nasib negeri ini 10 tahun mendatang? Akankah para orang tua akan berpesan kepada anaknya sebagaimana lagu “Nak” yang dinyanyikan Iwan Fals? Jadilah Durna, jangan jadi Bimo. Sebab seorang Durna punya lidah sejuta

Tragis. Setiap orang yang masih punya hati nurani akan jadi gelisah mendengar kabar ini. Setiap orang yang berakal sehat justru akan menyanyikan lagu “HIO” dari Iwan Fals. Aku tak mau terlibat segala macam tipu menipu. Aku tak mau terlibat segala macam omong kosong….

Ayo tetap menjadi Waras. Nyanyikan bersama HIO! 

Posting ini ditulis sebagai bentuk kepedulian akan dunia pendidikan Indonesia, dalam bentuk gerakan moral #IndonesiaJujur

Bila anda terketuk untuk mendukung, silahkan klik Gerakan Moral #IndonesiaJujur

6 Comments Post a comment
  1. sepertinya negeri ini dari atas sampai ke lapisan bawah lagi kehilangan pandangan hidup dan keteladanan

    14/06/2011
  2. tak banyak yang waras di Indonesia. setahuku, yang menjadi lebih stress dan depresi justru semakin banyak… ketika kejujuran menjadi aneh…

    12/06/2011
  3. Sempat baca berita ini lewat Blognya Mas Sugeng.
    Gile bener ya negeri ini, giliran kebenaran yang diberikan malah perbuatan gak menyenangkan kayak gitu.
    Tragis banget jadinya😦

    12/06/2011

Trackbacks & Pingbacks

  1. Mari ber-Bincang Edukasi « bukik ideas
  2. #IndonesiaJujur: Jujur itu Mujur « bukik ideas
  3. #indonesiajujur: Suarakan dukunganmu akan kejujuran! | Bined

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: