Skip to content

Studi Kasus: Pertemuan ala Appreciative Inquiry

Seorang kawan bercerita tengah mendapat tanggung jawab menjadi penyelenggara konvensi perayaan improvement di suatu perusahaan. Tantangannya berat, tahun kemarin pertemuan untuk mendesain konvensi itu membutuhkan waktu 3 hari dan gagal merumuskan desain konvensi yang memicu semangat kerja. Kawan tersebut, Andri namanya, mencoba pendekatan baru baik merancang konvensi maupun desain konvensi itu sendiri. Apa yag dilakukan kawan tersebut? 

Pagi itu, aku ke Jakarta untuk suatu urusan. Hotel baru bisa chek-in siang hari padahal sianhg itu sudah harus dalam keadaan rapi dan harum (ya elah….lebay). Terpaksa (memaksa tepatnya) minta bantuan Andri untuk numpang mandi di tempat kosnya (duh kebangeten aku). Andri yang baik hati mengiyakan meski harus ijin setengah hari (nah kan…kebangeten bener kan). Setelah melakukan petualan bersama pak ojek (asyik juga), sampailah di kosnya. Pastinya disana bukan cuma mandi, juga ngopi dan ngobrol ngalor ngidul. Wah sudah numpang, ternyata dapat kisah luar biasa. Karena sudah mendapat manfaat baik, maka kubagikan kebaikan itu.

Tahun sebelumnya, pertemuan untuk mendesain konvensi itu butuh waktu 3 hari. Waktu dihabiskan hanya untuk berdebat mengenai topik konvensi. Ujung-ujungnya, gagal menghasilkan topik dan topik konvensi berdasarkan instruksi dari atasan. Begitu pertemuan mendesainnya, begitu pula konvensinya.  Konvensi perayaan improvement berisi presentasi rencana pengembangan yang monoton. Tiap tim maju presentasi dan yang lain mendengarkan. Hasil evaluasi selama 2 tahun menunjukkan peserta bosan mengikuti konvensi tersebut.

Tahun ini, komite mutu meminta masukan Andri tentang desain konvensi yang lebih baik.Andri mengusulkan format konvensi seperti SL MPPO, kombinasi antara presentasi bisnis dan imajinasi. Usulnya diterima sehingga Andri ditunjuk menjadi ketua panitia konvensi.

Singgih Susilo Kartono di #SLMPPO2

Andri menyebarkan undangan pertemuan pertama dengan meminta orang untuk menjawab dua pertanyaan unik (pertanyaan adalah kekuatan utama Appreciative Inquiry), sebagai berikut:

  1. Apa bayangan anda tentang suatu konvensi yang berhasil?
  2. Apa satu benda yang ingin anda pegang ketika anda merasa bahagia? Bawalah benda itu dalam pertemuan nanti

Tentu undangan ini sudah menarik perhatian dan menjadi bahan pembicaraan di antara anggota panitia maupun karyawan lain. Ehm apa ya kira-kira jawaban kita?

Pertemuan pertama berlangsung. Awalnya, setiap peserta menunjukkan benda yang ingin digenggamnya ketika merasa bahagia dan menceritakan kisahnya. Macam-macam benda yang dibawa peserta, mulai buku, boneka hingga foto pacar. Kata Andri, “macem-macem lah, jimat-jimatnya”. Nah ketika dalam keadaan “bahagia” itu, Andri meminta peserta untuk menceritakan bayangan suatu konvensi yang berhasil. Wah langsung muncul berbagai ide kreatif yang semuanya dicatat oleh Andri, yang hasil catatannya bisa dilihat semua orang. Peserta merasakan cerita dan usulannya dihargai dan dipertimbangkan. Tapi ide-ide ini masih bersifat lepas dan tidak terkait satu sama lain sehingga pertemuan dilanjut.

Langkah berikutnya, Andri memutar sebuah video yang menampilkan iklan kegiatan job fair sebuah perusahaan. Tema kegiatan itu menarik, 7 keajaiban dunia. Anak perusahaan dikategorikan dalam setiap keajaiaban dunia itu. Sehingga peserta job fair “seakan-akan” mengalami petualangan menjelajahi 7 keajaiban dunia ketika mengikuti kegiatan tersebut. Intinya, tema kegiatan bisa jadi tidak secara langsung menunjukkan isi kegiatan. Tema kegiatan justru melukiskan pengalaman luar biasa yang ditawarkan kepada peserta. Tema yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta.

Andri kemudian menstimulasi peserta untuk mengajukan usulan tema konvensi ini. Semua peserta antusias mengajukan berbagai usul tema yang unik dan menarik. Setelah mendialogkan berbagai usul tema kemudian peserta menyepakati sebuah topik. Sekarang, mereka terus bekerja untuk menciptakan sebuah konvensi yang luas biasa.

Total waktu pertemuan: 2 jam

Bayangkan, apa yang 3 hari tidak selesai, terselesaikan dalam 2 jam dan seluruh peserta happy. Apa kuncinya? Appreciative Inquiry

Bagaimana pertemuan di tempat kerja anda?

2 Comments Post a comment
  1. wah mantab, lihat foto itu jadi ingat MPPO beberapa tahun lalu :d

    26/05/2011
    • Hehehehe suwun om

      11/06/2011

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: