Skip to content

Atribut Diri Kita

Cara paling mudah menjawab pertanyaan siapakah aku adalah dengan menyebutkan atribut diri kita. Siapakah aku? Dosen. Siapakah aku? Blogger. Siapakah aku? Alumni unair. Bagaimana menurutmu?

Atribut selain memudahkan dalam menjawab pertanyaan dasar tadi, seringkali digunakan untuk membangun citra diri. Aku lulusan S2, pemegang sertifikat training internasional, anggota komunitas paling bergengsi di Indonesia. Kelihatan keren kan? Beberapa orang sengaja mengumpulkan sekian atribut, katanya, membangun kredibilitas di mata orang lain.

Penyebutan atribut-atribut diri kita, sadar atau tidak sadar, akan mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri kita. Lebih dari itu, penyebutan atribut juga menentukan persepsi kita terhadap diri kita sendiri.

Semisal:
“mosok lulusan luar negeri cuma dibayar segini?”
“kamu itu niat ke kampus atau warung kok pakai kaos oblong?!”
“aku kan cantik, gak cocok kalau jalan bareng sama cowok jelek itu?”
“malu ah, masak aku yang S2 harus belajar sama dia yang lulusan smp?”

Bahwa atribut memudahkan kita mengenalkan diri dan membangun kredibilitas bisa jadi benar adanya. Tapi atribut memudahkan kita terjebak pada pola berpikir yang keliru, melupakan subtansi diri kita.

Apa atribut yang kamu gunakan?

6 Comments Post a comment
  1. Saya adalah tuanputriburukrupa.. Sekjen dokter hewan sarap Endonesa.. ;D

    04/08/2011
    • Muahaha tapi kan blognya bagus

      04/08/2011
  2. aku pecinta kucing :d

    *gak ada unsur keren2nya sama sekali kan om? hehe*

    19/05/2011
    • Tapi penting itu…. *nyengir

      20/05/2011
  3. menyebutkan atribut yg demikian bisa jadi merupakan jenis motivasi diri, yg pada lingkungan tertentu memang dibutuhkan. membangun citra diri.
    namun ada kalanya penyebutan atribut itu dimaknai sbg sesuatu yg negatif di lingkungan yang salah.
    begitu kira-kira,ya kan kak bukik?­čÖé

    19/05/2011
    • ho oh……
      bahkan bisa jadi negatif bukan karena lingkungan yang salah
      Bisa jadi kita terlena dengan atribut-atribut itu dan melupakan jati diri kita sebenarnya
      Ibarat petruk dadi ratu, ketika seseorang tiba-tiba jadi pejabat tinggi, akan mudah mabuk jabatan seperti petruk itu. Terjebak pada atribut, “pejabat tinggi”

      19/05/2011

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: