Skip to content

Semacam Ramalan 2011

Dunia semakin mendatar. Globalisasi yang beberapa tahun sebelumnya diawang-awang, ditangan para elit politik-ekonomi, sekarang tengah menyentuh jangkauan kelas menengah Indonesia. Beberapa teknologi maupun platform memmberikan kemungkinan akses yang lebih besar. Kecepatan internet memang belum sesuai harapan tetapi mengalami kemajuan yang memungkinkan akses lebih luas. Telepon genggam dan komputer tablet semakin memudahkan kelas menengah terkoneksi dengan dunia.

Selama 2010, revolusi sosial media menampilkan beberapa gebrakan baik pada bisnis maupun kehidupan sosial Indonesia. Koin Prita dan konsolidasi bantuan Merapi bisa menjadi cermin. Jalin Merapi mengintegrasikan aktivitas online maupun offline dalam menangani korban bencana Merapi. Kelas menengah Indonesia mulai menggeliat dengan bentuk-bentuk pergerakan baru.

Apa yang akan terjadi pada 2011? Simpelnya, pendataran semakin meluas dengan kualitas semakin beragam. Kekuatan bisnis maupun sosial akan semakin menemukan bentuk yang lebih matang untuk bermain di dunia baru, dunia yang datar. Ada banyak hal yang akan terjadi, tetapi beberapa isu di bawah ini mungkin bisa menjadi sumber untuk membaca dinamika di tahun 2011.

Digitalisasi Kegiatan
Dalam dunia yang datar tidak ada lagi batas ruang dan waktu. Termasuk dalam mengadakan dan/atau mengikuti suatu kegiatan. Tahun depan sangat mungkin kita bisa menikmati berbagai kegiatan tidak dalam ruang-waktu pelaksanaan kegiatan tersebut. Tahun lalu, beberapa kegiatan sudah bisa diikuti walau pada ruang-waktu yang sama kita tidak bisa hadir. Tetapi tahun depan, akan semakin banyak kegiatan yang bisa kita ikuti tanpa perlu hadir. Pelopor yang perlu dicatat adalah TED.com. Versi lokal anda bisa saksikan video SL MPPO yang terinspirasi dari TED.com. TED versi independennya ada TEDxJKT.

Tantangannya: apakah penyelenggara kegiatan mau bersusah payah mendigitalkan kegiatannya untuk meningkatkan partisipasi publik?

Mensuarakan Isi
Bentuk suara atau audio mungkin bentuk yang belum banyak di garap oleh para netizen kecuali dibidang musik tentunya. Beberapa pelaku memang sudah melompat menggarap content video. Saya katakan melompat karena video tentu dengan sendirinya mencakup audio. Secara teknologi, kemampuan internet kita lebih memadai untuk mengakses audio dari pada video. Selain itu, menghasilkan content audio lebih mudah dilakukan oleh para pengguna internet.

Mengapa saya meramalkan audio akan menjadi marak di tahun 2011? Audio mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki bentuk teks maupun video sekalipun. Audio bisa dinikmati bersamaan dengan melakukan kegiatan lain. Di jaman serba multitasking, keunggulan bentuk audio menemukan momentumnya. Ditengah kesibukan kerja para kelas menengah, “membaca” buku sambil berangkat/pulang ke kantor adalah kesempatan emas untuk memperluas pengetahuan. Kesempatan itu bisa diraih kalau kita mendengarkan buku ditengah perjalanan ke atau dari kantor. Bahkan gerakan Indonesia Bercerita sudah menjadikan audio sebagai salah satu format untuk melakukan gerakan sosial.

Tantangannya: Perubahan perilaku pengguna untuk mengakses sumber-sumber audio sebagai alternatif aktivitas keseharian

Perluasan jangkauan media sosial
Tantangan utama bagi marketing adalah inovasi. Tidak heran jika aktor marketing menjadi yang pertama dalam bermain di media sosial. Di tahun 2010, aktor marketing sudah mulai tergagap-gagap memasuki medial sosial. Beberapa di antaranya berhasil mengoptimalkan kekuatan media sosial, tapi lebih banyak yang apa adanya. Di tahun 2011, tidak hanya kekuatan marketing yang akan bermain. Media sosial akan diisi pula oleh aktor dari beragam bidang mulai pendidikan, keprofesian, sampai aktor sosial. Dunia yang datar semakin hiruk-pikuk oleh tingkah polah para aktor dari beragam bidang.

Tantangannya: Bagaimana interaksi antar aktor dalam berkolaborasi di media sosial?

Gerakan sosial sebagai strategi brand
Masuknya aktor marketing di media sosial seringkali masih membawa kebiasaan di dunia offline yang implikasinya kurang lebih sama dengan dunia offline. Contoh simpel: kebiasaan radio membuat kuis menghasilkan pendengar dengan tipe “pemburu kuis”. Berdasarkan obrolan dengan orang radio, bahkan ada orang yang menghidupi keluarganya sebagai pemburu kuis radio. Nah fenomena yang sama juga telah muncul di media sosial. Artinya, brand yang royal dengan kuis akan mempunyai banyak pengikut yang bertipe pemburu kuis.

Ditengah fenomena itu, beberapa brand sudah menggunakan strategi yang berbeda. Mereka tidak sekedar menawarkan sejumlah kesenangan dan hadiah finansial. Mereka lebih memainkan konsep “makna” dalam membangun brand-nya. Salah satu yang mulai nampak di tahun 2010 adalah kolaborasi dengan gerakan sosial sebagai bagian dari strategi brandnya. KlikHati mungkin bisa dikatakan sebagai contoh baik. Sementara, extrajoss dengan program relawan merapi di sisi lain justru mendapat kritik pedas dari gerakan sosial (baca: http://regional.kompasiana.com/2010/12/25/asah-nyali-di-puncak-merapi-memicu-keresahan/). Di tahun 2011, kolaborasi antara brand dan gerakan sosial akan semakin menemukan titik temu yang pas bagi kedua belah pihak.

Tantangannya: Bagaimana brand dan gerakan sosial bersedia saling mendengarkan untuk menemukan bentuk kolaborasi yang inovatif?

Semua karyawan adalah marketer
Dunia yang datar dengan media sosial sudah membuka wilayah kompetisi dan kolaborasi yang baru. Kekuatan tidak lagi dipegang oleh kekuatan bisnis dan politik (baca: negara). Individu baik sebagai customer maupun sebagai karyawan bisa menyuarakan suaranya ke dunia. Kekuatan bisnis mungkin sudah bersedia berkolaborasi dengan customer untuk membangun bisnisnya, tetapi masih langka yang melakukan hal yang sama dengan karyawannya. Tetapi persaingan yang semakin ketat akan memaksa kekuatan bisnis untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya termasuk karyawan.

Media sosial semakin memudahkan upaya ini karena setiap karyawan terkoneksi dengan brand perusahaan secara langsung. Pelopor yang paling konsisten adalah Zappos dengan kehadiran multi account di media sosial seperti twitter, facebook dan youtube. Saya menyebut fenomena ini sebagai Human Capital 3.0 (saya akan sharing presentasi saya di forum nasional PT. Telkom Indonesia).

Di Indonesia, saya masih belum menemukan ada perusahaan yang sudah menerapkan Human Capital 3.0. Ada sebuah bank BUMN yang tengah mencoba upaya ini, semoga hasilnya bisa kita saksikan di 2011.

Tantangan: Bagaimana menemukan bentuk organisasi yang tepat dalam perusahaan yang bisa mengintegrasikan fungsi marketing dan human capital?

Demikian beberapa poin semacam ramalan yang mungkin akan terjadi pada tahun 2011. Tetapi sebagaimana setiap ramalan, semacam ramalan ini justru akan terwujud kalau kita meyakini dan mewujudkannya. Selamat mencoba strategi dan tindakan baru di tahun baru 2011.

Follow me on Twitter: @bukik

7 Comments Post a comment
  1. Pertanyaan saya kepada semua, “sejauh mana loyalitas aktivis dunia maya pada satu isu, apabila banyak isu yang mengalir?”

    30/05/2011
  2. sibair #

    Dan segala sesuatu yang berhubungan dengan brand sangat cepat terjadi di dunia digital…

    03/01/2011
  3. Swastika Nohara #

    Menarik.. banyak ulasan di media mainstream tentang sosial media utamanya twitter menggunakan kata ‘revolusi’ (Kompas, lalu Koran Tempo) dan posting ini juga. Sedemikian revolusionernya kah sosial media?

    29/12/2010
    • Sepengetahuanku sih begitu. Sejauh ini sosial media berhasil meruntuhkan dinding yang membuat masyarakat tidak bisa bersuara lantang, sebagai akibatnya banyak gagasan-gagasan baru bermunculan.

      29/12/2010
  4. J.L.Nawan #

    Semua karyawan adalah Marketer – ini sudah lama dijalankan di beberapa perusahaan, bahkan sejak akhir dekade 90an. Tidak semua karyawan menjadi “sales” tetapi semua karyawan adalah “Marketer” dan “PR Officer” perusahaan. Merekalah yang memberi masukan kepada “sales” untuk menindaklanjutinya. Kesemua itu bisa dibangun karena adanya “sense of belonging” dan “sense of togetherness”.
    ecara sederhana, mereka tidak diminta “menjual”; mereka hanya diminta “berceritera” tentang perusahaan dan produknya. Dan agar mereka fasih melakukannya, maka setiap karyawan memerlukan KNOWLEDGE, dan penerapan Knowledge Management melalui Knowledge Center menjadi cukup penting peranannya.
    @jlnawan

    28/12/2010
    • Terima kasih atas komentarnya. Saya sudah tambahkan penjelasan untuk menerangkan poin yang saya maksud.

      28/12/2010
  5. Social media dan era digital akan mendominasi di 2011🙂

    28/12/2010

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: