Skip to content

TDL23: Mengelola Ramalan Diri

: Serial Insert The Dancing Leader

Ada seorang karyawan yang kinerjanya pas-pasan bahkan cenderung buruk. Atas permintaan sang atasan, karyawan itu dipindah ke unit kerja lain. Setahun kemudian, terjadi keajaiban! Bawahan itu ternyata meraih penghargaan atas kinerjanya. Saya temui atasan barunya untuk mencari tahu bagaimana caranya menciptakan keajaiban itu. “Tidak ada keajaiban. Saya hanya perlakukan dia dengan baik. Saya ajak bicara. Itu saja”. Apa yang terjadi?

Ada juga kisah studi pygmalion effect. Ada 100 siswa yang secara acak dibagi menjadi dua kelas, A dan B. Kelas ini diajar dengan metode, guru, fasilitas dan materi yang sama selama satu semester. Hanya saja, disampaikan kepada sang guru bahwa kelas A itu anak-anaknya pintar dan rajin, sementara kelas B itu anak-anaknya bodoh dan malas. Di akhir semester, hasil ujian kelas A jauh lebih tinggi daripada kelas B. Apa yang terjadi?

Kedua kisah itu menjelaskan tentang sebuah hukum yang disebut self fulfilling propechy, sebuah pengharapan yang menjadi ramalan yang terwujud dengan sendirinya. Bagaimana cara kerja pengharapan sebagai ramalan?

Pertama, kita membentuk pengharapan terhadap orang lain. Ketika disampaikan informasi bahwa kelas A itu pintar dan rajin maka terbentuk pengharapan guru terhadap murid. Kedua, kita mengkomunikasikan pengharapan ini melalui berbagai sinyal. Guru akan lebih perhatian pada mereka yang pintar.

Ketiga, orang-orang merespon sinyal dari kita dan menyesuaikan perilaku sesuai sinyal dari kita. Murid kelas A merespon perhatian guru dan menyesuaikan perilakunya agar tampak sebagai anak pintar. Keempat, interaksi dan umpan balik antar pihak secara konsisten akan mewujudkan pengharapan itu. Akhirnya, setelah 1 semester pengharapan diawal semester terwujud yang terlihat dari hasil ujian akhirnya.

Menjadi The Dancing Leader berarti menyadari pengharapan sebagai  ramalan, yang berdampak pada keseluruhan tarian dalam organisasinya. Ia memulai kebaikan sejak dalam dirinya, dalam pikiran, hati dan jiwanya. Ia mengelola pengharapan itu agar terwujud kebaikan sebagaimana diinginkannya.

Tanyakan pada diri sendiri dan rekan anda, “Apa pengharapan anda terhadap perusahaan tempat kerja anda sekarang? Bagaimana pengharapan itu terkomunikasikan?”

Ikuti terus dengan follow @bukik di twitter
2 Comments Post a comment
  1. input bagus nih, mas:) berguna sekali!

    20/12/2010
    • Makasih….

      03/08/2011

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: