Skip to content

TDL18: Kosong itu Berisi


: Serial Insert The Dancing Leader

Ketika Damai, putri semata wayang, masih kecil, saya terbiasa untuk membuatkan susu botol. Awalnya, saya heran kenapa banyak susu yang lengket didasar botol. Saya tanya ke neneknya Damai dan diajari cara yang berbeda. Sara lama memasukkan susu baru dituang air, sementara cara baru tuangkan air baru masukkan susunya. Sederhana bukan? Tetapi meskipun saya sudah tahu cara yang baru, saya tetap menggunakan cara lama. Baru sadar setelah melihat gumpalan susu di didasar botol.

Kisah itu memberi saya pelajaran bahwa yang terberat dari belajar bukanlah mempelajari hal baru, tetapi mengeluarkan pelajaran lama dari dalam diri kita. Ibaratnya menuang teh dalam cangkir, tak akan pernah bisa ketika cangkir masih berisi penuh, yang ada hanya tumpah. Kosongkan dulu cangkirnya, baru tuangkan tehnya.

Kita selama ini lebih banyak memahami belajar sebagai proses mengingat, memahami, aplikasi dan sebagainya. Pemahaman itu memadai bila kita hidup di dunia yang stabil. Kita belajar sekali bisa kita gunakan pengetahuan itu sepanjang masa.

Tetapi kita tidak hidup di dunia yang stabil. Kenyataannya, kita hidup ditengah gelombang perubahan, dunia yang dinamis. Pemahaman belajar sebagai mengingat tidak cukup memadai untuk hidup di tengah dunia yang dinamis. Belajar itu melupakan sekaligus mengingat. Dengan mengingat, kita menjadi berisi pengetahuan. Dengan melupakan, kita punya kapasitas untuk mempelajari hal baru. Ketika penuh itu kosong, ketika kosong itu penuh.

Menjadi The Dancing Leader berarti bersedia belajar terus menerus sepanjang hayat. Ia tidak terpaku pada sebuah pengetahuan tertentu. Ia merasa kosong sehingga semangatnya terus berkobar untuk mencari dan menemukan isi-isi baru. Ia selalu waspada menyimak ritme perubahan yang baru dan membawakan tarian baru yang serasi.

Tanyakan pada diri sendiri dan rekan anda, “Apa pengetahuan atau keyakinan lama yang harus anda lupakan agar anda bisa belajar pengetahuan baru?”

Ikuti terus dengan follow @bukik di twitter


Bukik.com bekerja sama dengan Trijaya FM Surabaya
akan menyiarkan insert
The Dancing Leader
mulai Senin 4 Oktober selama satu bulan
Ingat, setiap 18.45 atau 19.00 WIB
stay tune on Trijaya FM 104.7
Buat rekan-rekan luar Surabaya
Ikuti streamingnya di http://radiotrijaya.co.id
Jangan lupa masukkan reminder

2 Comments Post a comment
  1. andro medha wicaksono #

    Saya TERPUKAU dan terinspirasi dengan kalimat “BELAJAR ITU MELUPAKAN SEKALIGUS MENGINGAT” penyampaian nya sangat terasa semangatnya….lebih relax…. karena ada Damai ‘diajak ajak’ ^^

    08/11/2010
  2. pertamaax nih n kunjungan perdana dari arek dblogger suroboyo

    21/10/2010

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: