Skip to content

TDL6: Tantangan Kepemimpinan

Dengarkan The Dancing Leader 6
Menjadi pemimpin itu ibarat orang yang berada di atas pohon tinggi. Ia bisa melihat wilayah lebih luas tetapi tidak bisa melihat secara detil. Ada jarak antara pemimpin dengan realitas. Kenyataan ini dirasakan hampir semua pemimpin. Mereka merasa sepi dan sendirian.

Sekali menjadi pemimpin, maka bawahan akan berkomunikasi dengan cara tertentu. Sadar atau tidak sadar ada distorsi informasi dari bawah ke pemimpin. Pemimpin tidak mendapatkan informasi sebagaimana kenyataannya. Pemimpin juga tidak bisa sembarangan berkeluh kesah. Sekali mengeluh ke bawahan bisa membuat semangat seluruh tim jadi jatuh.

Sementara di sisi lain, pemimpin mengemban harapan dari banyak pihak. Ada berbagai tantangan yang harus diatasi. Awalnya, seorang pemimpin mungkin berhasil pada tahun-tahun awal. Tetapi seiring waktu beban terus bertambah, seorang pemimpin pun akan mengidap power strees, yang disebut sacrifice syndrome, sindrom pengorbanan. Sebuah stress ketika pemimpin merasa telah melakukan banyak perubahan tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.

Siklusnya seperti ini, awalnya pemimpin memijarkan kekuatan uniknya melalui interaksi dan komunikasi yang jernih. Ini disebut keadaan resonan. Setelah sukses menghadapi beberapa tantangan, mulai terbentuk rutinitas dan interaksi yang beku. Sedikit demi sedikit keadaan resonan mulai mengalami disonansi. Ia tak lagi memijarkan kekuatan positif pada lingkungan sekitar.

Ada beberapa ciri yang bisa digunakan untuk mengenali sindrom tersebut: (1) anda merasa semakin besar usaha tetapi hasilnya tetap atau justru semakin berkurang, (2) Kualitas dan frekuensi interaksi dengan keluarga atau orang dekat semakin menurun, (3) merasa gelisah bahkan ketika tidur, (4) merasa tidak ada satu pun orang didunia yang memahami anda, (5) ingin melarikan diri dari situasi saat ini.

Menjadi the Dancing Leader berarti menyadari kembali keadaan diri kita. Berupaya melakukan refleksi agar sadar akan apa yang terjadi dalam diri kita. Kita akses kembali kekuatan unik, gaya dan misi hidup kita. Menemukan kembali arti hidup agar bisa kembali menarikan tarian terindah kita. Itulah tantangan utama kepemimpinan, terlahir menjadi diri baru yang memandang dunia dengan penuh takjub.

Tanyakan pada diri sendiri dan rekan anda, “Apakah anda telah terbebas dari sacrifice syndrom? Apakah anda merasa nyaman dan tertantang pada posisi saat ini?”

Ikuti terus dengan follow @bukik di twitter

Bukik.com bekerja sama dengan Trijaya FM Surabaya
akan menyiarkan insert
The Dancing Leader
mulai Senin 4 Oktober selama satu bulan
Ingat, setiap 18.45 atau 19.00 WIB
stay tune on Trijaya FM 104.7
Buat rekan-rekan luar Surabaya
Ikuti streamingnya di http://radiotrijaya.co.id
Jangan lupa masukkan reminder

No comments yet

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: