Skip to content

Ide ”tolol” perubahan

Budi Setiawan [kabarbisnis.com/Purna Budi Nugraha]

TAK PERNAH kehabisan ide kreatif. Begitulah mungkin sosok Budi Setiawan bisa digambarkan. Ketua Program Studi Magister Perubahan dan Pengembangan Organisasi (MPPO) Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini akan memberi hadiah untuk memperingati kemerdekaan RI yang ke-65 pada 17 Agustus 2010.

Bukik, sapaan karib Budi Setiawan, telah menulis buku berjudul `Upaya Tolol Mengajak Perubahan Positif di Indonesia`. Buku tersebut bisa diunduh secara gratis di http://www.bukik.com, situs pribadi Bukik. Selain itu, buku digital tersebut juga akan disebarkan ke berbagai situs jejaring sosial dan mailing list.

”Buku tersebut bisa diundah mulai 17 Agustus 2010. Saya ingin mengajak semua orang berpikir sedikit `tolol` untuk mengawali perubahan positif,” ujar pria kelahiran 29 Juli 1975 tersebut.

Bukik mengatakan, buku tersebut berisi refleksi untuk mengajak perubahan positif di Indonesia. Namun, dalam mengajak semua pihak untuk mengawali perubahan, Bukik menawarkan paradigma baru.

”Indonesia ini kan bisa dikatakan sebagai gudangnya masalah. Ada korupsi, suap, kemiskinan, pengangguran, kemacetan, polusi, dan sebagainya. Kalau kita bicara ajakan ke arah positif, biasanya malah dicemooh, disinisi, dan dianggap pahlawan kesiangan. Kadang saya merasa jadi tolol sendiri. Karena itu, ajakan untuk melakukan perubahan harus dilakukan dengan cara baru yang membongkar paradigma lama,” ujar pengajar psikologi industri tersebut.

Alumnus Magister Psikologi Unair tersebut mengatakan, berdasarkan pendekatan lawas, perubahan diawali dengan melakukan identifikasi persoalan, mencari penyebab, mencari solusi alternatif, dan mengimplementasikan solusi tersebut.

Dia juga mengkritisi analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) yang biasanya digunakan sebuah organisasi, termasuk organisasi bisnis, untuk merancang perubahan. ”Kalau analisis SWOT muaranya juga ke problem solving. Sama saja, tumpuannya ke mencari kelemahan. Kelemahan itu yang sering dibahas, sehingga membuat kurang percaya diri,” ujar pria kelahiran Pati, Jateng, tersebut.

Hal tersebut berbeda dengan paradigma baru yang tak fokus pada persoalan atau kelemahan. ”Tahapannya discovery (penemuan) dulu, kita mengimajinasikan sesuatu, merancang desainnya, lalu cermati dan gunakan kekuatan kita. Baru setelah itu susun rencana aksinya,” papar Bukik.

Menurut Bukik, tahapan-tahapan itu sangat cocok untuk para pebisnis pemula. ”Untuk pebisnis pemula, yang semestinya dipikirkan pertama kali adalah kenali krisis, kenali permintaan, lalu kenali peluang,” ujarnya.

Bukik mengambil contoh Radio Magno asal Temanggung yang dipelopori oleh Singgih Susilo Kartono, jebolan Fakultas seni Rupa dan Desain Insitut Teknologi Bandung. Radio Magno berhasil menyabet gelar juara untuk kategori produk dalam ajang Brit Insurance Design of the Year 2009 di London, Inggris.

Radio Magno, menurut Bukik, adalah inovasi yang luar biasa dan contoh konkrit sebuah upaya ”tolol” untuk mengajak ke arah perubahan positif. Semula banyak kekurangan di Temanggung. Banyak orang menebang hutan. Generasi muda di sana juga banyak yang merantau ke kota, sehingga banyak sumberdaya desa yang terbengkalai.

Di desa tempat asal produksi Radio Magno juga kekurangan air. Jika berpikir dengan paradima lama, kata Bukik, biasanya yang terpikirkan adalah bagaimana membangun sarana air, memberi bantuan selang atau pipa.

”Namun, dari berbagai kekurangan itu, Singgih melihat adanya kekuatan. Ia mengimajinasikan hal yang besar. Dia lantas membuat Radio Magno, ada satu inovasi. Penghargaan terhadap hutan juga akhirnya meningkat karena bahan baku utama Radio Magno adalah kayu,” tuturnya.

Dia juga mencontohkan perhelatan Jember Fashion Carnival (JFC), sebuah acara fesyen ”jalanan” di Jember, Jatim, yang melibatkan sekitar 500 ”model”. ”Model” yang ikut dalam acara fesyen dengan catwalk jalan raya sejauh 3,6 kilometer itu adalah anak-anak sekolah. Bahkan, banyak yang datang dari pelosok Jember yang sebelumnya nyaris buta tentang dunia fesyen. Saban tahun, setiap awal Agustus, acara tersebut digelar dan selalu dipadati ratusan ribu penonton dari berbagai daerah di Indonesia.

”Dynand Fariz, pendiri JFC, adalah inovator karena dia berpikir di luar mainstream. Selama ini citra Jember kan wilayah yang masih banyak orang miskinnya, banyak buta huruf. Dynand tidak melakukan perubahan dengan cara mengajak memberi bantuan, tapi dia membuat orang Jember yang merasa inferior untuk bangkit dan percaya diri. Setiap tahun ratusan ribu orang datang ke Jember, otomatis perekonomian Jember juga ikut bergerak,” terang Bukik.

Dengan dasar-dasar itulah, Bukik yakin bahwa perubahan di Indonesia harus diawali dengan cara yang ”nyleneh, sedikit nekat, dan berani melawan bahaya”. ”Sebab, kalau business as usual, kita akan terlalu lama untuk berubah. Kita butuh terobosan, keberanian menerabas bahaya,” kata Bukik. kbc5

7 Comments Post a comment
  1. mang betul mas.
    untuk menjadi sukses perlu ide yg nyleneh dan berbeda.. kadang sukses luar biasa,terkadang juga ndak dianggep sama sekali.
    yg penting stay konsisten dgn ide ” nyeleneh nya…😀
    dunia ini tak ada batasan – mengapa harus kita batas-batasi sendiri
    http://gerobaku.blogspot.com

    22/08/2010
    • Wew
      Ini tips terbaiknya!
      Konsisten nyeleneh
      Hehe

      01/09/2010
  2. Rovien #

    Yang tolol itu yang unik & kreatif….

    18/08/2010
  3. wah muanteb bro, lanjutkan menyebarkan virus kreatif ini ke dunia!

    16/08/2010
  4. ”nyleneh, sedikit nekat, dan berani melawan bahaya”

    Perang.

    16/08/2010
  5. phil #

    banyak ide tolol dianggap brilian
    dan tak sedikit ide brilian dianggap ketololan ato berawal dari sesuatu yg konyol.hehehehe

    15/08/2010

Trackbacks & Pingbacks

  1. Tweets that mention Ide ”tolol” perubahan « bukik ideas -- Topsy.com

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: