Skip to content

GAWAT DARURAT Korupsi!

Apabila diibaratkan dengan sakit, penyakit apakah korupsi itu? Bagaimana kelihatannya Indonesia yang tengah mengidap penyakit kronis bernama korupsi itu?

Apakah yang anda saksikan mengenai kronisnya korupsi di Indonesia seperti yang dilukiskan gambar ini? Bisakah anda ceritakan, bagaimana rasanya mengidap penyakit kronis yang begitu parah?


Diagnosis atau dugaan bahwa Indonesia mengidap penyakit korupsi sudah ada sejak lama. Kita telah mengenal berbagai upaya untuk sembuh dari penyakit korupsi. Di jaman orde lama, ada Panitia Retooling Aparatur Negara (Paran),  Operasi Budhi, dan Komando Tertinggi Retooling Aparat Revolusi (Kontrar).  Di jaman orde baru, dikenal Tim Pemberantasan Korupsi (TPK), Komite Empat, dan Operasi Tertib. Di jaman reformasi, terdapat Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK) dan terakhir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (http://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemberantasan_Korupsi).

Tapi apa yang terjadi? Penyakit korupsi kita tidaknya mereda, justru malah semakin menjadi-jadi. Semisal penyakit, penggunaan obat yang tidak tuntas sebagaimana diresepkan justru malah membuat penyakit yang diderita semakin kuat. Begitu pula dengan penyakit korupsi. Pengobatan yang tidak tuntas membuat korupsi semakin kompleks dan canggih teknologinya. Semakin kelihatan praktek-praktek korupsi itu di berbagai wilayah kehidupan. KPK sempat membuat penyakit korupsi mereda akan tetapi upaya pengobatan itu belum tuntas. Dan percayalah, apabila KPK mati maka praktek korupsi akan berkembang semakin canggih.

Sekarang, bayangkan apabila anda dalam keadaan sakit kronis seperti dalam foto tersebut, apa yang anda lakukan?

  1. Anda pasrah kepada nasib dan membiarkan penyakit terus menggerogoti diri anda
  2. Anda berpikir mumpung masih bisa sehingga anda makan, minum dan bergaya hidup yang enak seperti biasanya
  3. Anda komplain kepada dokter dan rumah sakit yang tidak becus mengurusin penyakit anda
  4. Anda rela begitu saja mengikuti prosedur rumah sakit yang membuat anda antri begitu lama sebelum ditangani
  5. Anda bertekad kuat dengan segala cara yang memungkinkan anda untuk sembuh dan kembali sehat

Sebagian orang memilih pilihan 1, mereka pasrah walaupun merasa menderita akibat korupsi. Ada pula yang memilih nomor 2, mereka justru mengambil kesempatan terlibat dalam praktek korupsi dengan tenang-tenang saja.

Sebagian lagi memilih pilihan 3, melakukan gerakan protes demonstrasi menuntut pejabat yang diduga korupsi. Sementara sebagian lebih optimis dengan memilih pilihan 4, tetap berharap pada niat baik upaya pemberantasan korupsi walaupun proses yang bertele-tele dan tidak jelas.

Percayalah, keempat pilihan itu tidak akan menyembuhkan kita dari penyakit korupsi. Alih-alih sembuh, keempat pilihan itu sangat mungkin justru membuat penyakit korupsi menjadi semakin parah.

Kita sudah berada pada titik nadir. Pilihan terbaik kita adalah pilihan 5. Bertekad kuat mencari segala cara yang TIDAK BIASA untuk menyembuhkan diri dari korupsi. Lebih dari itu, cara beda untuk menjadi bangsa yang sehat.

***

Apa langkah pertama yang perlu kita lakukan? Melejitkan sense of urgency! Mengapa? Karena kita sebagai bangsa mempunyai perbedaan yang sangat lebar tentang seberapa mendesak penyakit korupsi ini harus ditangani. Bahwa kita sudah dalam keadaan GAWAT DARURAT!

Baca bagaimana melejitkan Sense of Urgency

No comments yet

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: