Skip to content

Intervensi berbasis Appreciative Inquiry

Mungkin sebagian orang mempunyai bayangan intervensi appreciative inquiry adalah intervensi yang mahal. Intervensi yang rumit. Intervensi yang butuh energi dan waktu yang besar.

Sesungguhnya, Appreciative Inquiry memberitahukan kita mengenai intervensi yang praktis, simpel dan cepat. Apakah perusahaan anda tidak punya waktu lama untuk melakukan perubahan? Apakah perusahaan anda tidak mempunyai banyak biaya untuk pengembangan? Apakah perusahaan anda ingin yang simpel? Percayalah! Appreciative Inquiry adalah pendekatan yang patut dipertimbangkan sungguh-sungguh.

Bagaimana intervensinya?

Pertama, ada yang berjalan dengan baik pada setiap organisasi. Oleh karena itu, bentuk intervensinya menggunakan apa yang berjalan dengan baik sebagai modal awal, sebagai pengungkit agar organisasi bergerak, memulai perubahan. Semisal, orang diminta untuk mengungkapkan pengalaman terbaiknya dalam bekerja.

Kedua, tindakan organisasi dipicu oleh imaji para anggota organisasi terhadap organisasi dan lingkungan. Imaji ini dibentuk melalui interaksi dan komunikasi. Oleh karena itu, bentuk intervensinya adalah “mengganggu” interaksi dan komunikasi yang sudah ada. Semisal, interaksi satu arah menjadi dua arah. Komunikasi yang defisit menjadi apresiatif.

Ketiga, orang bersedia terlibat dalam perubahan ketika aspirasi terdalamnya menjadi bagian dari perubahan itu. Oleh karena itu, bentuk intervensinya adalah meminta setiap orang mengungkapkan aspirasi terdalamnya. Semisal, tanyakan apa harapan terdalamnya terhadap kemajuan organisasi.

Lalu bagaimana bentuk intervensinya?

Bisa mulai dari mana saja dan kapan saja. Bisa dengan melakukan pelatihan kepemimpinan berbasis ai sehingga organisasi mempunyai agent of inquiry yang akan melakukan intervensi ke keseluruhan organisasi. Bisa dengan strategic planning berbasis ai, sehingga organisasi melahirkan energi total untuk melakukan perubahan. Bisa dengan merumuskan budaya organisasi, sehingga semua orang akan sadar dan bergerak berbasis kekuatan menuju aspirasi bersama.

Yang lain, salah satu alternatif yang saya sukai (karena murah dan simpel), adalah intervensi terhadap rapat dalam organisasi. Gimana caranya?

Begini. Bayangkan anda seolah-olah bisa melihat energi dengan mata telanjang. Perhatikan apa yang menjadi fokus atensi peserta rapat, disitulah sumber energi. Perhatikan, bagaimana aliran kata-kata dalam sebuah rapat. Dari mana menuju ke mana. Perhatikan, apakah semua orang mengeluarkan energi atau sebagian besar sumber energi harus menahan energinya. Rapat yang sehat tercipta ketika energi mengalir lancar yang bersumber dari berbagai sumber energi. Rapat yang bermasalah ketika energi hanya berasal dari satu sumber menuju sumber lain, ketika energi mampat pada saluran tertentu. Sehatkah rapat di organisasi anda?

Secara sederhana, rapat yang bermasalah akan diawali dengan kasak-kusuk bagaimana mencapai sasaran, proses yang cenderung monoton (ditandai dengan jumlah dan kualitas menguap, angop kata orang jawa) dan dipenuhi perdebatan, dan diakhiri dengan gerundelan dari peserta rapat.

Bagaimana mengintervensi rapat? Kalau kita ingin hasil yang positif maka mulailah dengan positif. Tanyakan, pengalaman positif peserta rapat yang berkaitan dengan agenda rapat. Pastikan semua orang bicara. Kalau jumlah peserta diatas 10 orang, bagi menjadi beberapa kelompok. Hasil sesi ini adalah modal perubahan kita.

Kalau kita ingin hasil yang positif maka perjelas hasil positif yang ingin dicapai secara personal maupun bersama-sama. Tanyakan, bagaimana keadaan idaman di masa depan (bisa dalam jangka waktu bulan atau tahun) ketika hasil positif tercapai. Dorong agar setiap orang mengemukakan aspirasi terdalamnya. Pastikan semua orang bisa mengkaitkan harapannya pribadi dengan harapan organisasi. Hasil sesi ini menjadi arah perubahan yang kita tuju.

Kalau kita ingin hasil yang positif maka mintalah konstribusi positif dari semua orang. Tanyakan, apa konstribusi terbaik yang ingin disumbangkan untuk organisasi buat mewujudkan perubahan. Awali dengan kebebasan penuh, biarkan semua ide keluar seaneh apapun. Setelah itu, diskusikan dan pilih ide yang paling inspiratif, simpel dan melibatkan semua orang. Hasil sesi ini menjadi tindakan yang akan dilakukan setelah rapat.

Percayalah, ketika interaksi dan komunikasi dalam rapat sudah berubah maka perubahan itu akan menular ke wilayah-wilayah lain. Ketika di rapat, ada yang menguap maka yang lain akan menguap dan menular setelah rapat. Ketika di rapat, ada yang antusias dan optimis maka yang lain akan antusias dan optimis, dan menular setelah rapat.

Mau lebih jelas? Undang saja saya….hehehehe…..email saja ke saya. Saya bersedia memberikan advis gratis kok.

Bagaimana kita memantau dan mengevaluasi pelaksanaan hasil rapat? Akan kita bahas kemudian….

Budi Setiawan, M.Psi. Pendidik di Fakultas Psikologi Unair. LP3T Pelopor Psikologi Positif

2 Comments Post a comment
  1. appreciativeorganization #

    Mas amran, saya juga senang bisa membantu. Mungkin bisa sharing pengalaman atau ada pertanyaan mas? Biar ide ini terus bergulir….terima kasih

    03/12/2007
  2. saya senang sekali bisa mendapatkan tambahan pengetahuan & pengalaman dengan pendekatan AI. kebetulan di LSM tempat saya bekerja sedang diterapkan pendekatan AI, jadi sangat membantu .
    salam,

    amran
    Nabire – Papua

    02/12/2007

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: