Skip to content

Learning

Bayangkan, bagaimana seseorang yang berusaha tenang, tekun, konsentrasi belajar ditengah ruang yang para penghuninya berteriak-teriak, dan bahkan mengejek orang tersebut?

Bayangkan, bagaimana seseorang yang mencoba memikirkan ulang cara kerjanya mendapat komentar “ngapain sih lu mikir gitu segala?!” dengan ekspresi yang sinis?

Bayangkan, bagaimana seseorang yang selalu bekerja berdasarkan instruksi, tanpa pernah mendapatkan ruang untuk menciptakan sendiri langkah atau sekedar merefleksikan cara kerjanya?

Bayangkan, bagaimana kita bisa menciptakan sesuatu yang baru, atau yang beda dengan yang biasa, sementara imajinasi tidak mendapat kesempatan bersuara?

Kira-kira, apa yang terbayang di benak anda ketika mendengar kata “learning”? Ruang-ruang training, sosok trainer yang penuh wibawa, modul-modul tebal, atau sebuah gelas, download sebuah file, komik, atau apa?

Ada beberapa asumsi tersembunyi yang diyakini kalangan praktisi organisasi, yang harus dibongkar untuk memastikan efektivitas learning dalam organisasi.

Pertama, bahwa organisasi adalah kumpulan individu. Apabila individu belajar, maka organisasi belajar pula. Tak heran, ketika akan learning maka organisasi akan mengirim orang-orangnya untuk mengikuti sebuah training. Dan organisasi akan mendapat orang-orang yang telah belajar.

Kedua, learning adalah aktivitas yang terpisah dari tindakan-tindakan praktis yang dilakukan seseorang. So, ada jarak ruang dan waktu yang lebar antara tempat-waktu kerja dengan tempat-waktu learning. Sekarang waktunya bekerja, bukan belajar. Atau. Sekarang waktunya belajar, bukan bekerja. Konsekuensinya, jarak ini juga melibatkan diri individu. Memicu hasrat belajar tidak berkaitan dengan hasrat bekerja.

Ketiga, learning adalah proses menerapkan panduan langkah-langkah yang rinci dan pasti. Seperti, ketika macbook saya download sebuah file dari internet. Lahir tuntutan resep-resep yang telah terbukti berhasil di berbagai tempat. Sukses di waktu dulu dan tempat yang lain. Kalau sudah berhasil, ok….kita ikut melakukan.

Lalu bagaimana?

Tunggu Appreciative Inquiry memberikan jawabannya.

(Bersambung)

No comments yet

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: