Skip to content

Re: [Diskusi HRD Forum] SOAR! Menuju Living Company

Article yang menarik dan perlu diangkat untuk suatu diskusi…Seorang HR dapat memaksimalkan kontribusinya untuk menuju Living Company.

Ketika menjadi seorang praktisi HR di perusahaan minyak asing selama 20 tahun, aplikasi HR di perusahaan minyak asing sungguh sangat advance, sehingga ketika mulai terjun dikancah manajemen nasional terasa sekali perbedaannya. Jangankan memikirkan mengenai CSR (Corporate Social Responsibility) atau bagaimana mempertahankan karyawan agar dapat bekerja hingga masa pensiun atau pasca pensiun mereka hidup dengan layak, niat untuk membayar UMR saja sebisa mungkin dihindarkan atau membayar formula perhitungan dasar upah lembur juga dihindarkan. Lalu bagaimana produktifitas bisa ditingkatkan kalau kebanyakan perusahaan nasional menjalankan hal-hal serupa itu. Entah perlu berapa puluh tahun kita dapat menyamai Singapore dalam hal produktifitas ini, katanya satu orang Singapore dapat disamakan dengan 8 orang Indonesia untuk menuntaskan sebuah proses.

Tentunya dilain pihak, pekerja Indonesia masih sedikit yang punya kegemaran multitasking. Banyak yang sudah puas dengan apa yang mereka ketahui dan kurang gemar untuk mencoba hal-hal baru yang lebih menantang atau membuat mereka lebih effektif dan effisien. Kebanyakan mereka hanya bekerja sesuai job des…

Nah proses timbal balik ini perlu ada kalau mau bertumbuh baik dan pesat. Saya pernah baca mengenai perusahaan Rodale Press yang menganut sistim bertumbuh ini (logo perusahaannya seperti pohon – ada akar batang ranting daun etc), yang juga membuat sistim dimana setiap prosess harus ada added value sehingga apa yang dilakukan pekerja ada kontribusinya ke pertumbuhan perusahaan dan dilakukan dengan gairah yang tinggi karena ada pertumbuhan yang terjadi bahkan ketika yang punya gagasan perubahan sudah tidak ada lagi. Pada akhirnya proses timbal balik yang berulang-ulang yang membuat putaran naik keatas untuk suatu pertumbuhan yang berkelanjutan. Nah kalau sudah begini, harapan hidup perusahaan akan lebih baik tentunya harapan hidup manusia ikut-ikutan.

Proses perubahan paradigma yang baru memang diperlukan, tapi untuk memulai dengan “adillah sejak mulai dari hatimu” perlu membuang sampah-sampah memori dulu (terlalu banyak sampah yang harus dibuang). Sehingga tidak banyak distorsi ketika akan menumbuh kembangkan purpose driven company.

Pak Budi Setiawan, article kedua dan ketiga sangat ditunggu….

Salam,

Debra Lapian

No comments yet

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: