Skip to content

Pendidikan adalah Kehidupan Itu Sendiri

Kehidupan akan menemukan jalannya sendiri
Jurrasic Park I

Sebagai penata taman, guru mencari bibit-bibit bunga yang cantik. Ia mencermati dengan penuh kecintaannya untuk memahami karakter, menyadari keunikan setiap bunga yang ada. Ia akan membayangkan bentuk taman yang diidamkan. Ia kemudian menggali sebuah lubang dan meletakkan setiap bunga dengan hati-hati. Ia membuat tatanan bunga yang pas, sehingga setiap bunga akan mendapatkan cahaya matahari yang memadai. Setiap hari, ia menyiram bunga-bunga agar selalu segar. Suatu waktu, ia memberikan pupuk agar bunga berkembang. Sehingga pada akhirnya, ia akan puas ketika sore menyaksikan keindahan taman hasil karyanya, sekalipun ia tidak pernah memiliki taman tersebut.

Murid adalah sebuah bunga cantik, yang berawal dari benih otentik. Otentitas yang membuatnya menjadi unik, membuatnya sama dengan beberapa bunga sekaligus membedakan dengan banyak bunga lainnya. Bunga yang butuh diletakkan pada tempat yang tepat, sehingga ia akan melahirkan akar yang mencari sari-sari pengetahuan dalam tanah dan memunculkan kuncup yang mengarah pada matahari, pada imaji masa depan, pada sumber energi kehidupan. Benih melati akanlah menjadi melati dengan bunganya yang wangi, tak akan pernah menjadi mawar dengan bunganya yang dihiasi tajamnya duri.

Mungkin pendidikan tak lebih dari penciptaan taman-taman keindahan. Proses yang memudahkan setiap benih untuk melahirkan akar, memunculkan kuncup daun, dan memekarkan bunga. Proses yang memicu lahirnya spirit kehidupan yang mengubah benih menjadi tumbuhan yang memperindah keadaan pada jamannya. Proses yang menciptakan interaksi yang hidup dan berbagi antar elemen taman sehingga menjadi dunia yang keceriaannya mengundang burung dan kupu-kupu berkunjung.

Mungkin begitulah pendidikan. Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Tanggung jawab kita membawa kembali renyahnya kehidupan dalam setiap tarikan napas pendidikan, mengingat kebahagian hidup yang pernah kita kenal. Karena bila tidak, kita tak akan mengenalinya lagi walau ada tepat didepan kita.

No comments yet

Ngasih Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: